Paser Gaspol Zero Waste, TPS Janju Jadi Andalan
PASER — Upaya Pemerintah Kabupaten Paser menekan timbunan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) semakin dipertegas. Salah satu buktinya terlihat dari perhatian khusus pimpinan daerah terhadap operasional Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Terpadu Janju di Desa Janju, Kecamatan Tanah Grogot, yang kini diposisikan sebagai garda depan program Zero Waste to Landfill.
Kamis (29/01/2026), pimpinan daerah bersama sejumlah perangkat daerah melakukan peninjauan langsung ke TPS tersebut. Kunjungan ini turut didampingi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Paser, tim teknis pengelola TPS, serta pengamanan dari Satpol PP.
Rombongan menyusuri seluruh alur pengolahan sampah, mulai dari tahap penerimaan, pemilahan, pencacahan, hingga proses lanjutan berupa produksi Refuse Derived Fuel (RDF), pengolahan kompos, serta pengelompokan material yang dapat didaur ulang.
Kepala DLH Kabupaten Paser, Achmad Safari, menyebut TPS Terpadu Janju dirancang sebagai fasilitas pengolahan, bukan sekadar tempat singgah sampah.
“Di sini sampah tidak langsung dibuang ke TPA. Kami olah agar punya nilai guna dan bisa dimanfaatkan kembali,” ujarnya di sela kunjungan.
Ia menjelaskan, dari proses tersebut dihasilkan dua produk utama, yakni RDF dan kompos. RDF berasal dari fraksi sampah non-organik tertentu dan diarahkan sebagai bahan bakar alternatif bagi industri, khususnya sektor semen. Sementara sampah organik diproses menjadi kompos untuk kebutuhan pertanian dan ruang hijau.
“Konsepnya sederhana, mengurangi beban TPA sekaligus mengubah sampah menjadi sumber daya,” jelas Achmad Safari.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan sistem ini tidak hanya bergantung pada mesin dan teknologi. Faktor terpenting justru ada pada perilaku masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumbernya.
“Kalau dari rumah sudah dipilah dengan benar, proses di TPS akan jauh lebih efisien. Material keras yang tercampur bisa merusak alat,” katanya.
Karena itu, DLH Paser mendorong penguatan koordinasi antara petugas TPS, pemerintah desa, dan warga sekitar. Edukasi berkelanjutan dinilai menjadi kunci agar kebiasaan memilah sampah dapat tumbuh sebagai budaya, bukan sekadar imbauan sesaat.
“Zero Waste to Landfill bukan hanya target pemerintah, tapi gerakan bersama. Peran warga sangat menentukan,” tambahnya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Paser berencana memperluas program edukasi pengelolaan sampah, termasuk menyasar sekolah dan komunitas masyarakat. TPS Terpadu Janju diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengolahan, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran praktik pengelolaan sampah berkelanjutan.
Melalui penguatan TPS Terpadu Janju, Paser menegaskan langkah konkret menuju sistem pengelolaan sampah modern, ramah lingkungan, dan berorientasi pada nilai ekonomi, sekaligus memperkuat komitmen daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan. []
Redaksi
