Pemkab Paser mempercepat program cetak sawah 201 hektare di Babulu meski realisasi awal baru mencapai 6 hektare sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan.
PASER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Paser mempercepat program cetak sawah rakyat dengan target 201 hektare di Desa Sebakung, Kecamatan Babulu, guna meningkatkan produksi beras dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Hingga April 2026, realisasi awal program tersebut baru mencapai sekitar 6 hektare. Program ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah pusat dalam mendorong perluasan lahan pertanian produktif di daerah.
Kepala Bidang (Kabid) Sarana, Pengendalian, dan Pengawasan Usaha Pertanian DTPH Paser Arif Rahman mengatakan pelaksanaan cetak sawah dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan lahan dan aspek teknis di lapangan. “Program ini tidak hanya membuka lahan baru, tetapi juga memastikan lahan tersebut siap tanam dan produktif bagi petani,” ujarnya, Jumat (10/04/2026).
Ia menjelaskan, dukungan program tidak hanya berupa pembukaan lahan, tetapi juga bantuan sarana produksi pertanian. Bantuan yang disalurkan meliputi benih padi, kapur pertanian, serta alat mesin pertanian berupa rice transplanter untuk mempercepat pengolahan lahan dan meningkatkan produktivitas petani.
Selain itu, Pemkab Paser juga mulai mengidentifikasi lahan eks-sawah yang telah lama tidak digarap untuk direhabilitasi. Lahan yang terbengkalai akan dibersihkan dan dipulihkan agar dapat kembali dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian.
Dalam rencana jangka panjang, Pemkab Paser menargetkan perluasan sawah hingga lebih dari 4.000 hektare pada 2026. Target tersebut mencakup pembukaan lahan baru serta optimalisasi lahan pertanian yang telah ada.
Kabid Arif menyebutkan, dalam struktur pertanian daerah, Kecamatan Long Kali masih menjadi lumbung utama dengan kontribusi sekitar 50 persen dari total luas sawah di Paser atau sekitar 2.500 hektare.
Di sisi lain, tantangan alam seperti banjir di kawasan aliran sungai masih menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu produksi pertanian. Pemkab Paser terus berkoordinasi dengan petani dan penyuluh untuk meminimalkan risiko tersebut.
Melalui percepatan program cetak sawah dan rehabilitasi lahan, Pemkab Paser berharap mampu meningkatkan produksi beras sekaligus memperkuat perannya sebagai penyangga kebutuhan pangan di Kalimantan Timur (Kaltim). []
Penulis: Darwanti | Penyunting: Aulia Setyaningrum