Patung Liberty di Pondok Cabe Viral, Karya Seniman Lokal Jadi Sorotan
JAKARTA – Keberadaan sebuah patung replika Patung Liberty di kawasan Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, menarik perhatian publik setelah viral di media sosial. Patung tersebut dinilai unik karena menghadirkan nuansa khas Amerika Serikat di tengah permukiman lokal, sehingga memunculkan kesan seolah kawasan tersebut memiliki suasana menyerupai New York.
Patung replika tersebut berada di Jalan Pala Raya, tidak jauh dari Bandara Pondok Cabe. Meski lokasinya cukup dekat dengan jalan raya, keberadaan patung itu tidak langsung terlihat jelas karena posisinya berada di belakang sebuah toko kelontong. Dari kejauhan, patung tampak sebagian terhalang bangunan, namun tetap mencolok bagi pengendara yang melintas.
Untuk mencapai lokasi patung, pengunjung harus menyeberangi jembatan bambu setapak yang menghubungkan jalan utama dengan area tempat patung berdiri. Kondisi ini membuat patung tersebut terasa tersembunyi, namun justru menambah rasa penasaran bagi warga yang ingin melihatnya dari dekat.
Secara visual, patung tersebut memiliki warna hijau kebiruan yang menyerupai Patung Liberty asli. Namun, cat di sejumlah bagian terlihat mulai memudar. Di beberapa sisi patung juga tampak lumut dan kerak menempel, menandakan patung tersebut telah berdiri cukup lama dan terpapar cuaca.
Di area yang sama, terdapat beberapa patung lain dengan warna dan bahan serupa. Di belakang Patung Liberty, terlihat patung petani yang sedang membawa cangkul serta patung berbentuk macan. Keberadaan beberapa patung ini menunjukkan bahwa lokasi tersebut bukan sekadar tempat pajangan tunggal, melainkan bagian dari aktivitas seni patung yang lebih luas.
Setelah ditelusuri, patung replika Patung Liberty tersebut diketahui merupakan karya Sutopo (53), seorang pematung yang telah membuka studio patung di kawasan Pondok Cabe sejak 2007. Sutopo, yang akrab disapa Topo, dikenal sebagai seniman yang kerap menerima pesanan pembuatan patung untuk berbagai kebutuhan, mulai dari dekorasi hingga ikon tempat usaha.
Topo menjelaskan bahwa Patung Liberty yang kini viral itu sejatinya bukan dibuat untuk dipajang permanen di Pondok Cabe. Patung tersebut awalnya merupakan bagian dari proses produksi untuk pesanan yang akan dikirim ke luar daerah.
“Jadi karena memang ada order, ya saya terima kemudian saya produksi, saya kirim yang aslinya. Yang di Pondok Cabe itu limbahnya istilahnya. Jadi sebagai master produksinya udah saya pindah, udah saya kirim. Jadi dari produksi itu udah saya finishing jauh lebih bagus, gitu,” kata Topo.
Ia menambahkan, patung tersebut dipesan oleh seseorang di Kalimantan untuk kebutuhan dekorasi sebuah tempat usaha dengan tema tertentu. Pemilihan Patung Liberty sebagai ikon dinilai sesuai dengan konsep yang ingin dihadirkan oleh pemesan.
“Semacam taman wisatalah. Jadi emang kebetulan dia punya ikon ke sana. Jadi sisi-sisi dari patung itu emang ada-ada sesuatu yang berbau USA gitu loh, yang berbau Amerika. Jadi biar sinkron, biar sinkron, dipasanglah Liberty sebagai ikon di situ,” katanya.
Menurut ingatan Topo, proses pembuatan patung tersebut dilakukan sekitar lima hingga enam tahun lalu, saat ia masih aktif memproduksi patung di lokasi Pondok Cabe. Seiring waktu, area tersebut kemudian lebih dikenal sebagai studio sekaligus tempat penyimpanan karya-karya patung yang belum dikirim atau sudah tidak digunakan.
Fenomena viralnya Patung Liberty Pondok Cabe ini menunjukkan bagaimana karya seni lokal dapat menarik perhatian publik secara luas, meskipun awalnya tidak dirancang sebagai objek wisata. Keberadaan patung tersebut juga menjadi bukti kreativitas seniman lokal yang mampu menghadirkan simbol global ke dalam konteks ruang lokal, sekaligus menambah warna tersendiri bagi lingkungan sekitarnya. []
Siti Sholehah.
