Pelajar SMA Tewas Dipukul Balok oleh OTK di Manokwari
JAKARTA – Peristiwa kekerasan menimpa dua pelajar sekolah menengah atas (SMA) di kawasan Pantai Petrus Kafiar, Manokwari, Papua Barat. Insiden penyerangan oleh orang tidak dikenal (OTK) itu terjadi saat kedua korban baru saja selesai berbuka puasa. Akibat kejadian tersebut, seorang pelajar laki-laki berinisial FR (18) meninggal dunia, sementara rekannya yang merupakan pelajar perempuan berinisial SAP (16) mengalami luka memar.
Peristiwa tragis itu terjadi pada Rabu (05/03/2026) sekitar pukul 18.30 WIT. Saat itu kedua pelajar tersebut sedang duduk-duduk di tepi pantai sambil menunggu waktu berbuka puasa. Setelah selesai berbuka, situasi yang awalnya tenang mendadak berubah ketika seorang pria yang tidak mereka kenal mendatangi lokasi tempat keduanya berada.
“Untuk kejadiannya itu kemarin itu korban itu inisial FR bersama temannya inisial SAP itu mereka sambil nunggu buka puasa duduk-duduk di pinggir pantai. Ketika sudah selesai buka puasa mereka didatangi oleh seseorang yang mereka tidak kenal dan memukul menggunakan balok,” kata Kasat Reskrim Polresta Manowkari AKP Agung Gumara Samosir dilansir detikSulsel, Kamis (05/03/2026).
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, pelaku tiba-tiba datang dan langsung menendang kursi yang sedang digunakan kedua korban. Tindakan tersebut membuat korban FR berdiri dan mencoba menanyakan alasan pelaku melakukan tindakan tersebut.
“Pelaku datang menendang kursi lalu korban FR berdiri dan menanyakan apa salahnya. Begitu dia (FR) sampaikan langsung di pukul sama orang tidak dikenal ini menggunakan balok kayu,” jelasnya.
Serangan tersebut terjadi secara tiba-tiba. Pukulan menggunakan balok kayu membuat korban FR langsung terjatuh dan tidak sadarkan diri di lokasi kejadian. Sementara itu, rekannya SAP yang melihat kejadian tersebut berteriak meminta pertolongan kepada orang-orang di sekitar pantai.
Namun pelaku kembali melakukan kekerasan terhadap korban lainnya.
“Saat SAP berteriak minta tolong pelaku langsung memukulnya di mata, menendang korban dan memukul menggunakan balok,” katanya.
Setelah melakukan penyerangan, pelaku diduga melarikan diri dari lokasi kejadian. Warga yang mengetahui peristiwa tersebut kemudian membantu membawa kedua korban untuk mendapatkan pertolongan.
Korban FR sempat dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis. Namun nyawanya tidak dapat diselamatkan akibat luka yang dialaminya.
Sementara itu, korban SAP saat ini telah mendapatkan perawatan medis akibat luka memar yang dideritanya. Kondisinya dilaporkan dalam keadaan sadar dan sedang menjalani pemulihan.
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku serta motif di balik penyerangan tersebut. Sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian juga telah dimintai keterangan guna membantu proses penyelidikan.
Selain itu, aparat kepolisian juga melakukan penelusuran di sekitar kawasan Pantai Petrus Kafiar untuk mengumpulkan informasi tambahan terkait keberadaan pelaku setelah kejadian berlangsung.
Kasus ini menjadi perhatian aparat penegak hukum setempat karena melibatkan korban dari kalangan pelajar. Kepolisian memastikan akan terus melakukan upaya penyelidikan hingga pelaku berhasil ditemukan dan diproses sesuai hukum yang berlaku. []
Siti Sholehah.
