Pelaku Kematian Wanita di Kos Bekasi Ditangkap
BEKASI – Kasus kematian seorang wanita muda di sebuah rumah kos di Kota Bekasi mulai menemukan titik terang. Kepolisian Daerah Metro Jaya telah menangkap seorang pria yang diduga terlibat dalam peristiwa tewasnya SM (23), seorang terapis spa yang ditemukan tidak bernyawa di kamar kosnya.
Penangkapan tersebut dilakukan setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan sejak penemuan jasad korban beberapa hari lalu. Pelaku berinisial AR berhasil diamankan di wilayah Kabupaten Lebak, Banten.
“Pelaku berinisial AR kami tangkap pada Minggu, 11 Januari 2026 pukul 23.30 WIB,” kata Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ressa Fiardi Marasabessy, saat dihubungi wartawan, Senin (12/01/2026).
Ressa menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan di Kampung Sanding, RT 019/RW 005, Kelurahan Sumurbandung, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak. Meski demikian, pihak kepolisian belum mengungkap secara rinci kronologi penangkapan maupun peran pelaku dalam peristiwa kematian korban.
Ressa juga belum menyampaikan secara detail terkait dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh AR. Ia hanya menegaskan bahwa korban diketahui bekerja sebagai terapis spa.
“Korban bekerja sebagai terapis spa,” imbuhnya.
Sebelumnya, SM ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kosnya yang berlokasi di Jalan Letnan Arsyad, Kota Bekasi. Penemuan jasad korban terjadi pada Rabu (07/01/2026) sekitar pukul 20.26 WIB dan pertama kali diketahui oleh pihak keluarga bersama pengelola kos.
Menurut keterangan polisi, kerabat korban mendatangi lokasi kos atas permintaan ibu korban. Hal tersebut dilakukan karena korban sudah beberapa waktu tidak dapat dihubungi, sehingga menimbulkan kekhawatiran keluarga.
Setibanya di lokasi, saksi berinisial AS mencoba mengetuk dan menggedor pintu kamar kos korban. Namun, tidak ada respons dari dalam kamar. Karena tidak mendapatkan jawaban, keluarga kemudian meminta bantuan pengurus kos, DRH, untuk mengecek kondisi kamar korban.
Upaya membuka pintu kamar sempat mengalami kendala karena pintu dalam keadaan terkunci. Pengurus kos kemudian mengambil kunci duplikat agar kamar dapat dibuka.
“Pada saat pintu terbuka, AS dan DRH melihat korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa,” terang Ressa.
Penemuan jasad korban tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. Petugas yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti-bukti awal.
Dalam proses pemeriksaan TKP, polisi menemukan sejumlah barang yang mencurigakan di sekitar jasad korban. Salah satu temuan penting adalah sebuah botol yang berisi cairan pembersih toilet. Selain itu, terdapat sisa muntahan di dekat tubuh korban.
“Ditemukan botol berisi cairan pembersih toilet di dekat korban. Ditemukan adanya muntahan di dekat korban,” imbuhnya.
Temuan tersebut menjadi salah satu fokus penyelidikan polisi untuk mengungkap penyebab kematian SM. Hingga kini, penyidik masih mendalami hasil pemeriksaan forensik serta keterangan saksi-saksi guna memastikan peristiwa pidana yang terjadi.
Polda Metro Jaya menegaskan bahwa proses penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh dan profesional. Polisi juga memastikan akan menyampaikan perkembangan terbaru kepada publik setelah seluruh rangkaian pemeriksaan dan pendalaman kasus rampung. []
Siti Sholehah.
