Pemerintah Siapkan Rekrutmen 30 Ribu Pengawak Kopdes

JAKARTA – Pemerintah tengah menyiapkan berbagai langkah strategis guna memastikan operasional Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) berjalan sesuai target pada Agustus 2026. Salah satu upaya yang sedang dirancang adalah perekrutan tenaga pengawak koperasi melalui program Pendidikan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

Program tersebut disiapkan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam mengelola koperasi desa yang direncanakan tersebar secara luas di berbagai wilayah Indonesia.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan bahwa pembangunan Kopdes terus berjalan sebagai bagian dari agenda penguatan ekonomi desa. Ia mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Februari 2026, sekitar 1.000 unit koperasi dari target 80 ribu unit telah selesai dibangun.

“Persiapan meliputi sistem manajemen, penguatan kapasitas SDM, dan dukungan teknis lainnya agar koperasi dapat langsung beroperasi,” ujar Ferry, sebagaimana dilansir Antaranews, Rabu (18/02/2026).

Pemerintah juga menggagas pembentukan SPPI Pengawak Koperasi Desa Merah Putih untuk memenuhi kebutuhan sekitar 30.000 tenaga pengelola koperasi. Program tersebut dirancang sebagai bagian dari proses perekrutan, pendidikan, dan pelatihan tenaga penggerak koperasi desa.

Percepatan implementasi program Kopdes tersebut menjadi salah satu agenda yang dibahas dalam rapat yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto pada 8 Maret 2026. Rapat tersebut turut dihadiri Menteri Pertahanan, Panglima TNI, serta sejumlah pimpinan lembaga terkait.

Dalam pertemuan itu, salah satu fokus pembahasan adalah percepatan pembentukan sumber daya manusia pengelola koperasi melalui program SPPI Pengawak Koperasi Desa Merah Putih.

Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto kemudian menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah kementerian dan lembaga, TNI, serta Polri di Kantor Kementerian Pertahanan di Jakarta pada 12 Maret 2026 guna membahas mekanisme program tersebut.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan operasional koperasi desa dapat dimulai secara bertahap pada Agustus mendatang. Oleh sebab itu, proses perekrutan dan pelatihan tenaga pengawak koperasi perlu segera dipersiapkan.

Program ini diproyeksikan melibatkan sekitar 30.000 tenaga pengawak koperasi yang akan menjalani pendidikan dan pelatihan dengan dukungan Kementerian Pertahanan, TNI, serta Polri.

Donny juga mengimbau seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk memperkuat koordinasi dalam penyusunan program tersebut, mulai dari proses perekrutan, penyusunan kurikulum pelatihan, hingga dukungan regulasi serta anggaran.

Tenaga SPPI Pengawak nantinya memiliki peran penting dalam memperkuat pengelolaan koperasi desa, termasuk dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia koperasi melalui kerja sama dengan berbagai instansi seperti Kementerian Koperasi dan Lembaga Administrasi Negara.

Sementara itu, Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Purwadi Arianto menekankan pentingnya pendampingan kelembagaan, usaha, serta penguatan sumber daya manusia agar operasional koperasi desa berjalan optimal.

Ia menambahkan bahwa Kementerian PANRB bersama Kementerian Dalam Negeri dan Badan Kepegawaian Negara telah menyiapkan skenario pengisian aparatur sipil negara dalam mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Langkah tersebut mencakup penugasan aparatur sipil negara daerah melalui mekanisme penempatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan pemerintah. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *