Pemerintah Tambah Pasokan Daging Lewat 100 Ribu Impor Sapi Brasil

JAKARTA – Pemerintah Indonesia berencana menambah pasokan sapi dengan melakukan impor dari Brasil. Langkah ini disiapkan sebagai bagian dari strategi meningkatkan produksi daging nasional sekaligus menjaga ketersediaan pasokan daging di dalam negeri. Rencana tersebut disampaikan oleh Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, yang menyebut jumlah sapi yang akan didatangkan dari negara Amerika Selatan itu mencapai puluhan ribu ekor.

Menurut Amran, impor sapi tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat sektor peternakan sekaligus menstabilkan ketersediaan daging di pasar domestik. Brasil dipilih sebagai salah satu negara pemasok karena memiliki populasi sapi yang besar serta kapasitas produksi yang dinilai mampu memenuhi kebutuhan Indonesia.

“Yang jelas Brasil. Sudah ada datang dari Brasil. Rencananya 50.000 sampai 100.000 ekor. Tingkatkan produksi,” ujar Amran di Gudang Perum BULOG Kanwil DKI Jakarta & Banten pada, Rabu (04/03/2026).

Selain mendatangkan sapi dari luar negeri, pemerintah juga menyiapkan langkah jangka panjang melalui pembangunan kawasan peternakan berskala besar di dalam negeri. Program ini akan didanai oleh Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Tujuannya adalah memperkuat ekosistem peternakan nasional dari hulu hingga hilir.

Dalam rencana tersebut, pemerintah menargetkan pembangunan dua kawasan peternakan sapi. Namun, untuk tahap awal, pembangunan akan difokuskan terlebih dahulu pada satu lokasi peternakan sebagai proyek percontohan. Pembangunan fasilitas peternakan ini membutuhkan anggaran yang cukup besar karena mencakup berbagai infrastruktur pendukung produksi.

“(Peternakan) sapi kemarin itu satu paket dari hulu ke hilir itu Rp 2,4 triliun itu untuk satu tempat dengan total sapi 67.000 ekor,” kata dia ditemui di kediamannya, Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (21/11/2025).

Peternakan sapi tersebut direncanakan akan dibangun di dua wilayah, yakni Probolinggo di Jawa Timur dan Indramayu di Jawa Barat. Pemerintah menilai kedua daerah tersebut memiliki potensi lahan yang cukup luas serta kondisi yang mendukung pengembangan industri peternakan skala besar.

Amran menjelaskan bahwa peternakan yang akan dibangun difokuskan pada pengembangan sapi perah. Produksi susu dari peternakan tersebut nantinya diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan susu nasional yang masih bergantung pada impor.

Program pengembangan peternakan sapi perah ini juga berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah dijalankan pemerintah. Melalui program tersebut, pemerintah berupaya memastikan ketersediaan bahan pangan bergizi, termasuk susu, bagi masyarakat.

Tidak hanya membangun peternakan sapi, pemerintah juga menyiapkan pembangunan fasilitas lain untuk memperkuat rantai produksi pangan. Salah satunya adalah pembangunan pabrik pakan ayam yang akan tersebar di berbagai daerah. Pabrik tersebut direncanakan berdiri di 30 titik di seluruh Indonesia.

Pembangunan pabrik pakan ini akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama, sebanyak 12 lokasi akan dibangun lebih dahulu, kemudian disusul 18 lokasi lainnya pada tahap kedua. Selain itu, pemerintah juga berencana membangun peternakan untuk produksi day old chick (DOC) guna meningkatkan ketersediaan bibit ayam di dalam negeri.

Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap sektor peternakan nasional dapat berkembang lebih kuat dan mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat secara berkelanjutan. Kebijakan impor sapi dan pembangunan infrastruktur peternakan diharapkan dapat berjalan beriringan sehingga ketahanan pangan nasional semakin terjaga. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *