Pemkab Paser Konsolidasikan Ekraf Jelang Porprov 2026

PASER — Pemerintah Kabupaten Paser mulai melakukan penataan ulang arah kebijakan ekonomi kreatif (ekraf) daerah dengan menempatkan sport tourism sebagai fokus utama pengembangan. Langkah ini ditempuh melalui evaluasi dan refokus roadmap ekraf agar seluruh potensi kreatif yang dimiliki daerah dapat berjalan searah dan saling menguatkan, terutama menjelang peran Paser sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Paser, Romif Erwinadi, menyampaikan bahwa penajaman arah kebijakan menjadi keharusan agar pengelolaan anggaran dan sumber daya tidak terfragmentasi. Menurutnya, tanpa fokus yang jelas, berbagai program ekraf justru berisiko berjalan sendiri-sendiri dan tidak memberikan dampak signifikan bagi daerah.

“Paser diarahkan untuk menjadi kawasan sport tourism. Karena itu, seluruh potensi harus didayagunakan untuk mendukung tujuan tersebut. Jika tidak difokuskan, anggaran akan terpecah dan hasilnya tidak maksimal,” ujar Romif, Rabu (10/11/2025).

Dalam rangka memastikan kebijakan tersebut berjalan berbasis kajian, Pemkab Paser melibatkan kalangan akademisi dari Universitas Mulawarman (Unmul). Kolaborasi ini diharapkan mampu mengawal penyusunan ulang roadmap ekraf sekaligus menghidupkan kembali peran Komite Ekraf Paser yang sebelumnya sempat tidak aktif.

Romif menilai, momentum Porprov Kaltim 2026 menjadi peluang strategis yang tidak boleh disia-siakan. Event olahraga berskala provinsi tersebut bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana promosi daerah, penggerak sektor jasa, serta pintu masuk pengembangan ekonomi kreatif berbasis olahraga, pariwisata, dan budaya lokal.

Seiring berakhirnya rencana induk ekonomi kreatif nasional pada 2025, roadmap ekraf Paser untuk 2026 akan disusun dengan pendekatan yang lebih adaptif dan inovatif. Salah satu aspek penting yang menjadi perhatian adalah pengukuran dampak ekonomi dari setiap kegiatan ekraf yang dijalankan.

“Pengukuran dampak ini penting, terutama dalam konteks transisi ekonomi pasca tambang. Kita ingin pertumbuhan yang hijau dan berkelanjutan, berdaya saing, serta inklusif dan adil,” jelasnya.

Dengan penyegaran kebijakan, penguatan kelembagaan ekraf, serta dukungan akademisi, Pemkab Paser optimistis integrasi antara olahraga dan ekonomi kreatif dapat menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi daerah. Sport tourism diharapkan tidak hanya menjadi jargon, tetapi benar-benar mampu menciptakan nilai tambah, lapangan kerja, dan identitas baru bagi Kabupaten Paser. []

Red04

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *