Pemkab Paser Tanggung Transportasi Jemaah Haji ke Embarkasi Balikpapan
PASER – Pemerintah Kabupaten Paser menanggung seluruh biaya transportasi bagi jemaah haji asal Tanah Grogot menuju Embarkasi Balikpapan, Kalimantan Timur, pada musim haji 2026. Fasilitas tersebut mencakup perjalanan pulang-pergi, konsumsi selama perjalanan, hingga pengawalan keamanan yang melibatkan sejumlah instansi terkait.
Penelaah Teknis dan Kebijakan Kabupaten Paser, Agus Widodo, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa dukungan transportasi tersebut merupakan bagian dari pelayanan pemerintah daerah untuk memastikan jemaah dapat berangkat dengan aman dan nyaman. Hal itu disampaikan dalam wawancara di Kantor Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Paser, Tanah Grogot, Jumat (06/03/2026).
“Tahun ini jumlah jemaah haji sebanyak 546 orang, ditambah dua petugas haji daerah sehingga total menjadi 548 orang,” ujarnya.
Menurut Agus Widodo, untuk mendukung kelancaran perjalanan tersebut, Pemerintah Kabupaten Paser menyiapkan sebanyak 15 unit bus yang akan mengangkut jemaah dari Tanah Grogot menuju Embarkasi Balikpapan. Bus yang digunakan memiliki standar kenyamanan tinggi serta dilengkapi fasilitas toilet di dalam kendaraan.
Pengadaan armada transportasi tersebut dilakukan melalui sistem e-katalog pemerintah agar proses pengadaan lebih transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Selain transportasi utama, pemerintah daerah juga menyiapkan kendaraan tambahan berupa truk logistik yang digunakan untuk mengangkut perlengkapan jemaah selama perjalanan menuju embarkasi.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Paser, alokasi anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mendukung keberangkatan jemaah haji tahun 2026 mencakup beberapa komponen. Di antaranya penyiapan Petugas Haji Daerah (PHD) sebesar Rp220.000.000, penyiapan kendaraan transportasi sebesar Rp210.000.000, serta penyediaan truk logistik sebesar Rp54.000.000.
Seluruh anggaran tersebut digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan perjalanan jemaah haji dari Tanah Grogot menuju Embarkasi Balikpapan, termasuk konsumsi jemaah selama perjalanan serta pengawalan keamanan.
Selain itu, biaya yang berkaitan dengan petugas pendamping haji juga ditanggung oleh pemerintah daerah. Fasilitas tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU), kegiatan bimbingan teknis (Bimtek), hingga proses pendaftaran haji bagi petugas daerah yang mendampingi jemaah.
Untuk menjamin keamanan dan kelancaran perjalanan, rombongan jemaah haji juga akan mendapat pengawalan dari berbagai unsur instansi, seperti Kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan, serta Dinas Kesehatan.
Menurut Agus Widodo, pengawalan tersebut dilakukan agar proses keberangkatan jemaah haji dapat berjalan tertib serta meminimalkan potensi gangguan selama perjalanan menuju embarkasi. “Ini adalah bentuk komitmen Pemkab Paser untuk memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat yang menunaikan ibadah haji,” tambah Agus Widodo.
Melalui dukungan transportasi, fasilitas logistik, serta pengawalan keamanan tersebut, Pemerintah Kabupaten Paser berharap seluruh jemaah haji dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan nyaman. Pemerintah daerah juga berharap proses keberangkatan hingga kepulangan jemaah ke Tanah Grogot dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti. []
Penulis: Darwanti | Penyunting: Aulia Setyaningrum
