Pemkot Jakbar Tindaklanjuti Laporan Soal Wanita Resahkan Warga

JAKARTA – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat melalui Suku Dinas Sosial Jakarta Barat meningkatkan penelusuran terhadap seorang wanita yang viral di media sosial karena diduga berulang kali tidak membayar makanan, ongkos ojek online (ojol), hingga tarif angkutan kota. Langkah ini diambil menyusul laporan masyarakat yang merasa dirugikan oleh aksi perempuan tersebut.

Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Barat, Fajar Laksono, mengatakan pihaknya telah menerima sejumlah aduan terkait perilaku wanita itu. Berdasarkan laporan yang masuk, perempuan tersebut kerap memesan makanan atau menggunakan jasa transportasi, namun tidak menyelesaikan kewajiban pembayarannya.

“Untuk laporan terhadap warga tersebut, sudah kami lakukan tindak lanjut pada Rabu, 21 Januari 2026, kami lakukan penyisiran berkala,” kata Fajar.

Ia menjelaskan, penelusuran dilakukan oleh Satuan Tugas Pelayanan Pengawasan dan Pengendalian Sosial (Satgas P3S) di wilayah Cengkareng dan Kalideres. Tim tersebut menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi aktivitas wanita itu. Jika berhasil ditemukan, perempuan tersebut akan dibawa ke panti sosial untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Menurut Fajar, petugas telah berupaya menggali informasi dari warga sekitar, termasuk pedagang dan pengemudi ojek yang beroperasi di wilayah tersebut. Namun hingga kini, belum ada yang dapat memastikan keberadaan atau mengenali sosok wanita yang dimaksud.

“Tim menanyakan dan mencari informasi kepada pedagang dan tukang ojek. Mereka belum pernah melihat dan tidak ada yang mengenali ibu-ibu tersebut,” ucap Fajar.

Upaya pelacakan disebut masih menemui kendala karena yang bersangkutan diduga sering berpindah lokasi. Mobilitas tinggi itu membuat petugas kesulitan memastikan pola keberadaannya.

“Infonya, warga tersebut memang berpindah-pindah dalam beraksi juga, jadi belum bertemu. Terkait atensi terkini, kami akan lakukan penebalan kembali di titik pantau kami,” ujar Fajar.

Selain penyisiran langsung di lapangan, pihaknya juga meminta partisipasi masyarakat, khususnya pengemudi ojek online, untuk membantu proses identifikasi. Ia berharap jika wanita tersebut kembali menggunakan jasa transportasi, pengemudi dapat segera melaporkan atau mengarahkan ke posko Dinas Sosial terdekat.

“Petugas mengimbau kepada para pengemudi ojek online, apabila mendapatkan penumpang ibu-ibu tersebut, agar segera membawanya ke posko Dinas Sosial terdekat untuk dilakukan penanganan lebih lanjut,” ujar Fajar.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan bukan semata-mata penindakan, tetapi juga penanganan sosial apabila yang bersangkutan tergolong pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS). Penelusuran ini sekaligus menjadi upaya menjaga ketertiban dan melindungi masyarakat dari potensi kerugian serupa di kemudian hari.

Hingga kini, pencarian masih berlangsung dan aparat sosial terus melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan di Jakarta Barat. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *