Pentagon Klaim Tewaskan Pejabat Iran Terkait Rencana Bunuh Trump

Former President Donald Trump, right, sits in the courtroom before the start of his civil business fraud trial, Wednesday, Oct. 4, 2023, at New York Supreme Court in New York. (AP Photo/Mary Altaffer, POOL)

WASHINGTON DC – Departemen Pertahanan Amerika Serikat menyatakan bahwa militer Amerika telah menewaskan seorang pejabat Iran yang disebut memimpin unit yang diduga terlibat dalam rencana pembunuhan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat bersama Israel terhadap Iran sejak akhir Februari lalu.

Pengumuman itu disampaikan oleh Pentagon saat memberikan pembaruan mengenai perkembangan operasi militer yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah. Meski demikian, identitas pejabat Iran yang tewas dalam operasi tersebut tidak diungkapkan secara rinci kepada publik.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menyatakan bahwa pejabat Iran tersebut tewas pada Selasa (03/03/2026) waktu setempat. Ia menyebut keberhasilan operasi tersebut sebagai salah satu perkembangan penting dalam rangkaian serangan militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Iran.

“Pemimpin unit yang berupaya membunuh Presiden Trump telah diburu dan dibunuh. Iran berusaha membunuh Presiden Trump dan Presiden Trump yang tertawa terakhir,” kata Hegseth kepada wartawan.

Meski menyoroti keberhasilan operasi tersebut, Hegseth menegaskan bahwa pembunuhan pejabat Iran itu bukan merupakan fokus utama dari operasi militer yang sedang berlangsung. Ia menyebut operasi militer tersebut pada dasarnya bertujuan untuk menekan kemampuan militer Iran di kawasan.

“Meskipun itu bukanlah fokus dari upaya tersebut sama sekali — bahkan, tidak pernah dibahas oleh Presiden atau siapa pun — saya memastikan, dan pihak-pihak lainnya memastikan, bahwa mereka yang bertanggung jawab atas hal itu pada akhirnya menjadi bagian dari daftar target,” ucapnya.

Sebelumnya, pada tahun 2024, United States Department of Justice mendakwa seorang warga negara Iran atas dugaan keterlibatan dalam rencana pembunuhan terhadap Trump. Rencana tersebut disebut diperintahkan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC). Namun pemerintah Iran di Tehran membantah keras tuduhan tersebut dan menyatakan tidak memiliki keterlibatan dalam rencana tersebut.

Sementara itu, perkembangan militer di kawasan juga disampaikan oleh Dan Caine, Kepala Staf Gabungan militer Amerika Serikat. Ia mengatakan bahwa operasi militer yang berlangsung menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Menurut Caine, intensitas serangan yang dilakukan Iran terhadap pasukan Amerika dan sekutunya mengalami penurunan yang cukup drastis dibandingkan hari pertama konflik. Ia menyebut peluncuran rudal balistik oleh Iran di wilayah operasi telah menurun sekitar 86 persen.

Selain itu, serangan menggunakan drone satu arah yang sebelumnya cukup intens juga mengalami penurunan hingga 73 persen dibandingkan fase awal pertempuran. Penurunan tersebut disebut menjadi indikator melemahnya kemampuan serangan balasan Iran di sejumlah wilayah operasi.

Caine menambahkan bahwa militer Amerika Serikat kini memperluas operasi serangan udara guna memperkuat dominasi udara di beberapa wilayah strategis. Fokus operasi saat ini diarahkan pada kawasan pesisir selatan Iran, yang dinilai memiliki peran penting dalam jalur pertahanan negara tersebut.

Serangkaian operasi militer tersebut merupakan bagian dari eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran dalam beberapa waktu terakhir. Konflik tersebut memicu kekhawatiran internasional terkait stabilitas keamanan kawasan Timur Tengah, terutama karena melibatkan kekuatan militer besar dan berpotensi memperluas dampak geopolitik global.

Pemerintah Amerika Serikat menegaskan bahwa operasi militer yang dilakukan bertujuan untuk melindungi kepentingan keamanan nasional serta mencegah ancaman yang dianggap berpotensi membahayakan pemimpin negara maupun stabilitas regional. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *