Perak Antam Bertahan di Rp46.550, Dampak Tekanan Dolar AS
JAKARTA – Harga perak batangan PT Aneka Tambang (Antam) pada Sabtu (04/04/2026) tercatat tidak mengalami perubahan di level Rp46.550 per gram, setelah sebelumnya mengalami penurunan tajam yang dipicu tekanan pasar global.
Stabilnya harga perak domestik ini terjadi usai koreksi signifikan pada Jumat (03/04/2026), ketika harga turun Rp1.500 dari Rp48.050 per gram. Sebelumnya, pada Kamis (02/04/2026), harga sempat naik Rp500 dari Rp47.550 menjadi Rp48.050 per gram.
Selain ukuran satu gram, harga perak batangan Antam untuk ukuran 500 gram berada di kisaran Rp23,400 juta, sedangkan ukuran 250 gram dipatok sekitar Rp12,162 juta.
Pergerakan harga perak di dalam negeri tidak terlepas dari tekanan global. Pelemahan harga perak dunia terjadi seiring penurunan harga emas menjelang libur Paskah, yang turut memengaruhi sentimen pasar komoditas.
Mengutip laporan internasional, harga perak spot tercatat turun 2,76 persen ke level US$73 per ons troi. Penurunan ini dipicu oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS) yang membuat komoditas berbasis dolar menjadi lebih mahal bagi investor global, sehingga permintaan melemah.
Selain faktor nilai tukar, dinamika geopolitik juga memberi tekanan. Pernyataan Presiden AS, Donald Trump, terkait kelanjutan serangan terhadap Iran meningkatkan ketidakpastian global dan memicu kekhawatiran inflasi.
Kondisi tersebut turut memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga global akan bertahan tinggi lebih lama, yang pada akhirnya menekan daya tarik logam mulia seperti perak.
Kenaikan harga minyak akibat meningkatnya tensi di kawasan Timur Tengah juga memperburuk tekanan terhadap pasar komoditas, termasuk perak.
Pergerakan harga ini menunjukkan bahwa pasar logam mulia masih sangat dipengaruhi faktor eksternal, sehingga pelaku pasar diharapkan terus mencermati perkembangan global sebelum mengambil keputusan investasi, sebagaimana dilansir Beritasatu, Sabtu (04/04/2026). []
Penulis: Alfi Dinilhaq | Penyunting: Redaksi01
