Perangkat Elektronik Jadi Pemicu Insiden di Penerbangan Asiana

HONG KONG – Insiden keselamatan penerbangan kembali menjadi sorotan setelah sebuah pesawat milik maskapai Korea Selatan, Asiana Airlines, mengalami kebakaran kecil di dalam kabin saat tengah mengudara dari Incheon menuju Hong Kong. Peristiwa tersebut dipicu oleh perangkat pengisi daya portabel atau power bank milik seorang penumpang yang tiba-tiba terbakar di tengah penerbangan.

Maskapai Asiana Airlines menjelaskan bahwa penerbangan bernomor OZ745 tersebut mengangkut 284 penumpang dan lepas landas dari Bandara Internasional Incheon pada Kamis (08/01/2026) sekitar pukul 19.00 waktu setempat. Pesawat jenis Airbus A330-300 itu telah mengudara selama lebih dari dua jam ketika insiden terjadi.

Situasi mendadak itu bermula saat sebuah power bank yang dibawa penumpang mengalami panas berlebih hingga memicu percikan api di dalam kabin. Kejadian tersebut sempat menimbulkan kepanikan terbatas di sekitar lokasi duduk penumpang, meski secara umum kondisi kabin tetap terkendali.

Awak kabin bertindak cepat dengan menggunakan alat pemadam api ringan yang tersedia di pesawat. Api berhasil dipadamkan dalam waktu singkat, yakni sekitar satu hingga dua menit, sehingga tidak meluas dan tidak menimbulkan kerusakan tambahan pada interior pesawat.

Akibat kejadian tersebut, penumpang yang membawa power bank mengalami luka bakar ringan di bagian tangan. Korban segera mendapatkan penanganan awal dari awak kabin. Tidak dilaporkan adanya korban lain, baik dari kalangan penumpang maupun awak pesawat.

Maskapai memastikan bahwa insiden tersebut tidak memengaruhi keselamatan penerbangan secara keseluruhan. Situasi dinilai tidak memenuhi kriteria untuk melakukan pendaratan darurat atau pengalihan rute.

“Pesawat tiba di Hong Kong secara normal tanpa tindakan darurat apa pun, seperti pendaratan darurat,” kata seorang pejabat Asiana Airlines, yang tidak disebut namanya, ketika berbicara kepada televisi nasional Korsel, KBS.

Pesawat akhirnya mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Hong Kong pada Kamis malam sekitar pukul 22.52 waktu setempat. Setibanya di bandara tujuan, otoritas terkait langsung melakukan pemeriksaan lanjutan guna memastikan tidak ada risiko sisa dari insiden tersebut.

Dalam pernyataan resminya, pihak Asiana Airlines menegaskan bahwa prosedur keselamatan berjalan sesuai standar operasional. Maskapai juga menyampaikan akan melakukan penyelidikan internal untuk mengetahui penyebab pasti terbakarnya perangkat tersebut.

Pihak maskapai mengingatkan bahwa penggunaan dan penyimpanan perangkat elektronik berbasis baterai lithium, seperti power bank, memiliki risiko tertentu jika tidak sesuai dengan ketentuan keselamatan penerbangan. Baterai lithium diketahui dapat mengalami overheating, terutama jika rusak, cacat produksi, atau terpapar tekanan dan suhu tertentu.

Insiden ini kembali memicu perhatian terhadap aturan membawa power bank ke dalam kabin pesawat. Umumnya, perangkat tersebut diwajibkan berada di bagasi kabin dan tidak boleh dimasukkan ke bagasi tercatat. Selain itu, kapasitas daya juga dibatasi oleh regulasi penerbangan internasional.

Penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan untuk memastikan apakah power bank yang terbakar memenuhi standar keselamatan dan apakah terdapat pelanggaran prosedur penyimpanan atau penggunaan selama penerbangan.

Peristiwa ini menambah daftar kejadian serupa yang melibatkan perangkat elektronik pribadi di dalam pesawat, sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan kepatuhan terhadap aturan keselamatan demi menjamin keamanan seluruh penumpang. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *