Pertamina Naikkan Harga BBM Nonsubsidi Mulai Maret 2026
JAKARTA – PT Pertamina melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di seluruh Indonesia mulai Maret 2026. Penyesuaian tersebut mencakup produk Pertamax Series dan Dex Series, sementara BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Bio Solar dipastikan tetap pada harga sebelumnya.
Kebijakan penyesuaian harga itu mengacu pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 yang merupakan perubahan atas Kepmen Nomor 62 K/12/MEM/2020 tentang formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran BBM umum jenis bensin dan solar yang disalurkan melalui SPBU.
Berdasarkan pengumuman perusahaan, sejumlah BBM nonsubsidi mengalami kenaikan harga pada bulan ini. Di wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen—termasuk DKI Jakarta dan sekitarnya—harga Pertamax kini dijual Rp12.300 per liter, naik dari sebelumnya Rp11.800 per liter.
“Daftar harga BBM Pertamina hari ini, Sabtu, 14 Maret 2026 di SPBU seluruh Indonesia. PT Pertamina (Persero) menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi pada bulan ini,” sebagaimana dilansir Inews, Sabtu, (14/03/2026).
Selain Pertamax, produk lain juga mengalami kenaikan. Pertamax Turbo kini dipasarkan Rp13.100 per liter dari sebelumnya Rp12.700 per liter. Sementara Pertamax Green 95 naik menjadi Rp12.900 per liter dari Rp12.450 per liter.
Kenaikan harga juga berlaku untuk jenis solar nonsubsidi. Dexlite dijual Rp14.200 per liter dari sebelumnya Rp13.250 per liter. Adapun Pertamina Dex naik menjadi Rp14.500 per liter dari harga sebelumnya Rp13.500 per liter.
Di sisi lain, pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Bio Solar berada pada harga Rp6.800 per liter.
Perbedaan harga BBM di berbagai wilayah Indonesia dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain besaran pajak daerah serta skema distribusi energi di masing-masing kawasan.
Aceh dan Sumatra Utara
-
Pertalite: Rp10.000 per liter
-
Pertamax: Rp12.600 per liter
-
Pertamax Turbo: Rp13.350 per liter
-
Dexlite: Rp14.500 per liter
-
Pertamina Dex: Rp14.800 per liter
-
Solar: Rp6.800 per liter
Free Trade Zone (FTZ) Sabang
-
Pertalite: Rp10.000 per liter
-
Pertamax: Rp11.550 per liter
-
Dexlite: Rp13.250 per liter
-
Solar: Rp6.800 per liter
Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau
-
Pertalite: Rp10.000 per liter
-
Pertamax: Rp12.900 per liter
-
Pertamax Turbo: Rp13.650 per liter
-
Dexlite: Rp14.800 per liter
-
Pertamina Dex: Rp15.100 per liter
-
Solar: Rp6.800 per liter
FTZ Batam
-
Pertalite: Rp10.000 per liter
-
Pertamax: Rp11.750 per liter
-
Pertamax Turbo: Rp12.400 per liter
-
Dexlite: Rp13.450 per liter
-
Pertamina Dex: Rp13.800 per liter
-
Solar: Rp6.800 per liter
Bengkulu, Sumatra Selatan, Jambi, Bangka Belitung, Lampung
-
Pertalite: Rp10.000 per liter
-
Pertamax: Rp12.600 per liter
-
Pertamax Turbo: Rp13.350 per liter
-
Dexlite: Rp14.500 per liter
-
Pertamina Dex: Rp14.800 per liter
-
Solar: Rp6.800 per liter
DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur
-
Pertalite: Rp10.000 per liter
-
Pertamax: Rp12.300 per liter
-
Pertamax Turbo: Rp13.100 per liter
-
Pertamax Green 95: Rp12.900 per liter
-
Dexlite: Rp14.200 per liter
-
Pertamina Dex: Rp14.500 per liter
-
Solar: Rp6.800 per liter []
Siti Sholehah.
