Pertamina Tambah 210 Ribu Barel RON 98, Amankan Stok BBM Nasional

JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga (PPN) menambah pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin RON 98 melalui pengadaan lima kargo berkapasitas total 210.000 barel untuk April 2026, sebagai langkah memperkuat ketahanan stok energi nasional di tengah dinamika pasokan global.

Sekretaris Perusahaan PPN Roberth MV Dumatubun menegaskan pengadaan tersebut merupakan bagian dari kebutuhan operasional rutin guna menjaga ketersediaan BBM, khususnya Pertamax Turbo.

“Tender dilakukan untuk memenuhi kebutuhan, ketahanan stok perlu di-refill [isi ulang],” kata Roberth, sebagaimana dilansir Bloomberg Technoz, Rabu (25/03/2026).

Ia menambahkan, pengadaan terbaru ini tidak berkaitan dengan tender sebelumnya pada awal Maret 2026, melainkan murni untuk menjaga kesinambungan distribusi energi. Meski demikian, pihaknya tidak mengungkapkan secara rinci posisi stok terkini Pertamax Turbo. “Pertamax kita sediakan,” ujarnya.

Dalam proses pengadaan, PPN juga mencermati dinamika global, termasuk kebijakan sanksi internasional yang diterapkan oleh Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri (Office of Foreign Assets Control (OFAC)) Amerika Serikat terhadap sejumlah negara produsen minyak.

“Untuk negara-negara lain tersebut dimonitor dan dievaluasi terkait dengan bagaimana OFAC AS melihatnya terhadap sanksi,” ujar Roberth.

Berdasarkan dokumen tender, pengiriman lima kargo bensin RON 98 dilakukan secara bertahap ke sejumlah terminal, di antaranya Terminal Plumpang dan Tanjung Uban, dengan skema cost and freight (CFR) pada periode 3 hingga 20 April 2026. Volume pengiriman bervariasi mulai dari 20.000 hingga 50.000 barel per kargo.

Pengadaan ini melengkapi langkah sebelumnya pada awal Maret 2026, saat Pertamina juga melakukan pembelian BBM melalui mekanisme tender reguler, termasuk bensin RON 98 dan solar dengan kandungan sulfur 0,25 persen.

“Ya, bukan karena geopolitik. Info yang saya dapat adalah tender reguler, sehingga menyesuaikan dan mengacu dengan prosedur dan tahapan yang ada sesuai aturan tender dan pengadaan,” kata Roberth.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menegaskan bahwa pengadaan BBM melalui tender merupakan kegiatan rutin perusahaan dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Tender crude maupun produk merupakan kegiatan rutin Pertamina sebagai salah satu source untuk memenuhi ketahanan energi nasional, baik untuk kebutuhan di kilang maupun distribusi energi,” kata Baron.

Di sisi lain, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan kondisi stok BBM nasional menjelang Idulfitri 2026 berada di atas batas minimum. Pertamax Turbo (RON 98) tercatat memiliki ketahanan stok lebih dari 31 hari, melampaui standar minimal yang ditetapkan.

Kondisi ini menunjukkan upaya penguatan pasokan yang dilakukan Pertamina tidak hanya menjaga stabilitas distribusi, tetapi juga mengantisipasi peningkatan konsumsi energi masyarakat, terutama pada periode mobilitas tinggi seperti Lebaran. []

Penulis: Azura Yumna Ramadani Purnama | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *