Petugas Cleaning Service RSUD Majalaya Tewas, Atasan Menyerahkan Diri

JAKARTA – Peristiwa pembunuhan yang terjadi di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan kembali menyita perhatian publik. Seorang petugas kebersihan di RSUD Majalaya, Kabupaten Bandung, ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan setelah diduga menjadi korban penganiayaan berat oleh atasannya sendiri. Kasus ini menimbulkan keprihatinan, mengingat lokasi kejadian berada di area rumah sakit yang seharusnya menjadi tempat aman bagi seluruh pekerja dan pasien.

Korban berinisial F (24), diketahui bekerja sebagai petugas cleaning service di RSUD Majalaya. Ia ditemukan tak bernyawa dengan luka parah akibat benda tumpul. Berdasarkan hasil penyelidikan awal kepolisian, korban diduga tewas setelah dipukul menggunakan martil oleh pelaku berinisial R (43), yang tak lain merupakan Kepala Cleaning Service di rumah sakit tersebut.

Peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Sabtu (03/01/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Lokasi kejadian berada di salah satu ruangan di Gedung Utama RSUD Majalaya, tepatnya di area lantai dua. Ruangan tersebut diketahui merupakan gudang yang biasa digunakan oleh para petugas cleaning service dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan menjelaskan bahwa pelaku telah menyerahkan diri ke Polresta Bandung tidak lama setelah kejadian. Penyerahan diri itu mempermudah proses penyelidikan yang kini ditangani oleh aparat kepolisian. Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui perbuatannya dan menyebutkan alat yang digunakan dalam aksi pembunuhan tersebut.

“Pelaku mengaku telah melakukan pembunuhan terhadap Fikri di salah satu ruangan lantai 2 Gedung Utama RSUD Majalaya. Pengakuan sementara pelaku melakukan pembunuhan tersebut menggunakan martil,” kata Hendra dilansir detikJabar, Senin (05/01/2026).

Polisi juga mengungkap bahwa aksi kekerasan tersebut dilakukan secara sadar dan tidak dipicu oleh peristiwa spontan. Berdasarkan keterangan awal pelaku, motif pembunuhan berkaitan dengan persoalan pribadi antara korban dan pelaku. Konflik tersebut diduga telah berlangsung sebelum kejadian tragis itu terjadi.

Lebih lanjut, pihak kepolisian menyebut bahwa permasalahan utang piutang menjadi latar belakang utama tindak pidana tersebut. Pelaku mengaku memiliki persoalan finansial dengan korban yang belum terselesaikan, sehingga memicu emosi dan berujung pada tindakan fatal.

“Motif pengakuan awal pelaku melakukan pembunuhan dikarenakan korban memiliki utang piutang Rp5 juta,” ujarnya.

Kasus ini kini tengah dalam penanganan intensif oleh Polresta Bandung. Pelaku telah diamankan dan akan menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Polisi juga masih mendalami kronologi kejadian secara menyeluruh, termasuk kemungkinan adanya faktor lain yang turut memicu terjadinya pembunuhan tersebut.

Peristiwa ini menjadi sorotan tajam terhadap pentingnya pengawasan dan perlindungan tenaga kerja, khususnya pekerja non-medis di lingkungan rumah sakit. Aparat kepolisian mengimbau agar setiap persoalan di lingkungan kerja diselesaikan melalui jalur yang tepat dan tidak berujung pada tindakan kekerasan yang merenggut nyawa. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *