Polisi Tangkap 3 Pencuri Batik Tulis Rp 1,3 M di JCC

JAKARTA – Aparat kepolisian berhasil mengungkap kasus pencurian koleksi batik tulis bernilai tinggi yang terjadi dalam ajang pameran kerajinan terbesar di Tanah Air, Inacraft, yang digelar di Jakarta International Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta. Tiga orang pelaku telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Kerugian akibat aksi tersebut ditaksir mencapai Rp 1,3 miliar.

Kapolsek Metro Tanah Abang Dhimas Prasetyo membenarkan adanya penindakan terhadap para pelaku. Penangkapan dilakukan beberapa hari setelah kejadian, tepatnya pada 12 Februari 2026.

“Benar sudah dilakukan penangkapan terhadap 3 orang tersangka pada tanggal 12 Februari 2026 dan kerugian sekitar Rp 1,3 miliar,” ujar Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo saat dimintai konfirmasi, Minggu (15/02/2026).

Peristiwa pencurian itu sendiri terjadi pada 3 Februari 2026, sebelum pameran dibuka untuk umum. Berdasarkan hasil penyelidikan, para pelaku menyasar satu stan yang memamerkan koleksi batik tulis berkualitas tinggi. Aksi dilakukan pada malam hari ketika situasi relatif sepi dan pengawasan tidak seketat saat jam operasional.

“Hanya dari satu stan saja dan benar dilakukan pada malam hari tanggal 3 Februari 2026,” ujarnya.

Polisi menduga para pelaku telah mempersiapkan aksinya dengan matang. Pemilihan waktu dan lokasi menunjukkan adanya perencanaan serta pemahaman terhadap kondisi area pameran. Dugaan tersebut diperkuat dengan indikasi bahwa pelaku bukan kali pertama melakukan tindak pidana serupa.

“Belum ada yang sempat dijual oleh pelaku,” ujarnya.

Beruntung, seluruh barang bukti hasil pencurian berhasil diamankan sebelum sempat beredar di pasaran. Hal ini mencegah kerugian yang lebih luas, baik bagi pemilik stan maupun citra penyelenggaraan pameran berskala nasional tersebut.

Lebih lanjut, Dhimas menyatakan ketiga pelaku telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 477 KUHP. Proses hukum kini tengah berjalan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain serta menelusuri motif di balik pencurian bernilai fantastis tersebut.

“Ini bukan kali pertama pelaku melakukan jadi kemungkinan sudah mengetahui situasi yang memungkinkan mereka melakukan perbuatannya,” ujarnya.

Kasus ini menjadi perhatian serius, mengingat Inacraft merupakan pameran tahunan yang mempertemukan pelaku usaha kriya dari berbagai daerah di Indonesia. Keamanan dalam kegiatan berskala besar pun kembali menjadi sorotan, terutama pada masa persiapan dan di luar jam kunjungan publik.

Pihak kepolisian mengimbau para penyelenggara pameran maupun peserta untuk meningkatkan sistem pengamanan, termasuk pemasangan kamera pengawas tambahan dan pengawasan internal yang lebih ketat saat malam hari. Langkah tersebut dinilai penting guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *