Polri Beri Medali Kehormatan kepada Anjing K9 Reno

JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia mencatatkan sejarah baru dalam tradisi internalnya dengan memberikan penghargaan kepada seekor satwa yang berjasa dalam tugas kemanusiaan. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menganugerahkan medali kehormatan bertajuk Vira Satya Manava Raksaka Pasu kepada Reno, anjing pelacak (K9) milik Polda Riau. Penghargaan ini menjadi yang pertama kali diberikan Polri kepada satwa yang membantu pelaksanaan tugas kepolisian.

Pemberian penghargaan tersebut menandai perubahan cara pandang institusi Polri terhadap peran satwa dalam mendukung tugas-tugas kepolisian, khususnya di bidang pencarian dan penyelamatan. Selama ini, penghargaan resmi hanya diberikan kepada personel Polri atau warga negara Indonesia yang dinilai berjasa.

Karowatpers SSDM Polri Brigjen Budhi Herdi Susianto menjelaskan bahwa gagasan pemberian penghargaan kepada Reno bermula dari kesadaran bahwa kontribusi satwa dalam tugas kepolisian belum pernah mendapatkan pengakuan formal.

“Saya buka Perkap itu, penghargaan hanya diberikan kepada anggota dan WNI,” ujar Brigjen Budhi Herdi di Mapolda Riau, Kota Pekanbaru, Rabu (04/02/2026).

Menurut Budhi Herdi, keberanian dan dedikasi Reno dalam menjalankan misi kemanusiaan telah menggugah pimpinan Polri untuk menyusun dasar hukum baru. Reno dinilai bukan sekadar alat bantu, melainkan mitra kerja yang memiliki peran penting dalam menyelamatkan nyawa manusia.

“Karena Reno inilah kita semua jadi tergugah. Jadi kita semua patut terima kasih kepada Reno,” katanya.

Atas dasar tersebut, Polri kemudian menetapkan Surat Keputusan Kapolri Nomor: KEP/1984/XII/2025 tentang Pemberian Penghargaan kepada Satwa yang Membantu Pelaksanaan Tugas Kepolisian, tertanggal 24 Desember 2025. Melalui kebijakan ini, Polri membuka ruang apresiasi tidak hanya bagi personel, tetapi juga satwa, baik yang berada di bawah naungan Polri maupun non-Polri.

Medali yang diberikan kepada Reno diberi nama Vira Satya Manava Raksaka Pasu, yang memiliki makna filosofis “Hewan Pemberani, Penjaga Kebenaran dan Kemanusiaan”. Penamaan tersebut bahkan sempat mengundang reaksi Kapolri.

“Sampai kami ajukan ke Pak Kapolri sampai Pak Kapolri ketawa ‘kok bisa menemukan namanya (penghargaan)’, karena ini memang baru,” kata Budhi Herdi.

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan turut menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut. Ia menilai pemberian medali kepada Reno merupakan simbol penghormatan atas kerja tanpa pamrih dalam tugas kemanusiaan.

“Semoga pemberian penghargaan ini dapat memberikan inspirasi untuk personel Polda Riau untuk terus bekerja dengan niat, tanpa pamrih, berlaku baik kepada semua, manusia, alam lingkungan dan ekosistem di dalamnya,” ujar Irjen Herry.

Sementara itu, Direktur Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Baharkam Polri Kombes Pol Gatot Aris Purbaya menegaskan bahwa satwa, khususnya anjing pelacak, diperlakukan sebagai partner kerja, bukan sekadar aset.

“Untuk seluruh dog lover, Kami memiliki standar operasional prosedur dalam melaksanakan pengamanan, kegiatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Reno, ada 11 tim kami berangkatkan ke Sumatera, kami jaga dan kami rawat dengan baik,” kata Gatot Aris.

Reno merupakan anjing K9 berjenis Belgian Malinois berusia 8 tahun 4 bulan dengan spesialisasi pencarian dan penyelamatan korban bencana. Dalam Operasi Aman Nusa II di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Reno gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan. Selama misi tersebut, Reno tercatat berhasil menemukan sejumlah korban bencana Galodo.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, jasad Reno dimakamkan secara kedinasan. Upacara pemakaman dipimpin Direktur Samapta Polda Riau Kombes Syahrial M Abdi dan dihadiri personel Polsatwa Polda Riau serta jajaran Polda Sumatera Barat. Penghargaan ini menjadi simbol pengakuan negara atas dedikasi satwa dalam menjaga nilai kemanusiaan. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *