Pompa Air Terbakar, Sistem Pengendali Banjir Sempat Terganggu

BEKASI  – Insiden kebakaran yang melanda salah satu mesin pompa air di kawasan Polder Kalimati menimbulkan kekhawatiran akan terganggunya sistem pengendalian banjir di wilayah Bekasi. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis dan langsung mendapat perhatian dari pemerintah daerah setempat, mengingat peran vital pompa air dalam menjaga stabilitas debit air di sejumlah kawasan rawan genangan.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, turun langsung ke lokasi setelah menerima laporan mengenai kebakaran tersebut. Dalam dokumentasi yang dibagikan melalui akun media sosial pribadinya, terlihat kepulan asap keluar dari mesin pompa, sementara petugas di lapangan berupaya melakukan penanganan cepat untuk mencegah api meluas.

“Ada 1 musibah karena ada 1 pompa kita yang terbakar di (wilayah) Kartini,” kata Tri saat memberikan keterangan.

Kebakaran ini membuat mesin pompa terpaksa dihentikan sementara demi alasan keselamatan dan proses pendinginan. Padahal, fasilitas tersebut memiliki peran penting dalam menyedot dan mengalirkan air, terutama dari daerah aliran sungai yang bermuara di kawasan Rawalumbu. Penghentian sementara ini dinilai dapat memengaruhi efektivitas pengendalian air, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Tri menjelaskan bahwa tidak berfungsinya satu unit pompa akan berdampak langsung pada sistem drainase di sekitar daerah aliran sungai. Menurutnya, langkah penghentian sementara harus dilakukan agar pemeriksaan teknis dan pendinginan mesin bisa berjalan optimal.

“Tentu akan berimplikasi pada kinerja yang ada di DAS-nya Rawalumbu. Oleh karena itu kita tunggu dulu, agar pendinginan dan nanti mudah-mudahan 1-2 jam akan kita bantu kembali menarik agar air yang di Rawalumbu bisa segera teratasi,” jelasnya.

Pemerintah Kota Bekasi memastikan bahwa upaya perbaikan akan dilakukan secepat mungkin agar pompa dapat kembali dioperasikan. Tim teknis telah disiagakan untuk melakukan pengecekan menyeluruh, termasuk memastikan tidak ada kerusakan lanjutan yang dapat membahayakan pengoperasian di kemudian hari.

Kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya perawatan berkala terhadap infrastruktur pengendali banjir, terutama di wilayah yang kerap terdampak curah hujan tinggi. Mesin pompa air merupakan salah satu garda terdepan dalam upaya pencegahan banjir, sehingga keandalannya harus selalu terjaga.

Wali Kota Bekasi berharap proses perbaikan dapat berlangsung cepat dan tidak menimbulkan dampak lanjutan bagi masyarakat sekitar. Ia juga mengimbau warga untuk tetap waspada dan melaporkan jika terjadi genangan atau peningkatan debit air di lingkungan masing-masing.

Ia menambahkan bahwa koordinasi antarinstansi akan terus dilakukan guna memastikan sistem pengendalian air di Bekasi tetap berjalan meski salah satu fasilitas mengalami gangguan.

Insiden kebakaran ini tidak dilaporkan menimbulkan korban jiwa. Namun demikian, pemerintah daerah menilai kejadian tersebut sebagai evaluasi penting untuk memperkuat sistem mitigasi risiko, khususnya pada fasilitas vital yang berhubungan langsung dengan keselamatan dan kenyamanan warga. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *