Prabowo Kembali Kumpulkan Kabinet dalam Retret di Hambalang
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto kembali mengagendakan kegiatan retret kabinet sebagai bagian dari upaya konsolidasi internal pemerintahan. Retret yang akan digelar di kawasan Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (06/01/2026), menjadi kali kedua agenda serupa dilaksanakan sejak Kabinet Merah Putih dibentuk.
Berbeda dengan retret perdana yang berlangsung beberapa hari di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah, kegiatan kali ini dijadwalkan berlangsung lebih singkat, yakni hanya satu hari. Meski demikian, retret tersebut tetap melibatkan seluruh unsur kabinet, mulai dari menteri hingga wakil menteri.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya membenarkan rencana tersebut. Ia menyampaikan bahwa undangan telah disampaikan kepada seluruh anggota kabinet untuk menghadiri agenda yang dipusatkan di Hambalang.
“Ya betul, undangan untuk besok aja untuk seluruh anggota dan kabinet,” kata Bima saat dikonfirmasi, Senin (05/01/2026).
Bima menjelaskan, seperti pelaksanaan retret sebelumnya, Presiden Prabowo juga menetapkan ketentuan khusus terkait busana yang dikenakan para peserta. Seluruh anggota kabinet diminta mengenakan seragam safari berwarna khaki.
“Cokelat muda (khaki),” ujar Bima.
Konfirmasi serupa disampaikan oleh Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi. Ia memastikan bahwa agenda tersebut memang dijadwalkan berlangsung selama satu hari penuh.
“Iya benar, ada Hambalang retret. Satu hari saja,” ujarnya.
Agenda retret kabinet ini dinilai sebagai bagian dari gaya kepemimpinan Prabowo yang menekankan pentingnya disiplin, kebersamaan, dan kesamaan visi di antara jajaran pemerintahannya. Retret pertama yang digelar pada Oktober 2024 lalu, tak lama setelah pelantikan Kabinet Merah Putih, menjadi momentum awal penyelarasan kerja kabinet di awal pemerintahan Prabowo-Gibran.
Saat itu, kegiatan retret berlangsung selama empat hari di Akademi Militer (Akmil) Magelang dan diikuti oleh seluruh anggota kabinet, termasuk kepala lembaga, penasihat presiden, utusan khusus, hingga staf khusus presiden. Konsep yang diusung adalah the military way, yang menekankan kedisiplinan dan loyalitas, namun ditegaskan tidak bersifat militeristik.
Prabowo kala itu menepis anggapan bahwa pendekatan tersebut bertujuan memaksakan budaya militer dalam pemerintahan sipil.
“Saya tidak bermaksud membuat anda militeristik, salah, bukan itu,” kata Prabowo dikutip keterangan resmi Tim Komunikasi Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/2024).
Menurut Prabowo, pendekatan tersebut lazim diterapkan dalam organisasi besar, baik pemerintahan maupun korporasi, untuk menyamakan persepsi, meningkatkan solidaritas, serta memperkuat komitmen terhadap tujuan bersama.
Setahun berselang, Presiden Prabowo kembali menyinggung pengalaman retret kabinet tersebut dalam Sidang Kabinet yang digelar pada 20 Oktober 2025. Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan keinginannya untuk kembali menggelar retret sebagai sarana refleksi dan evaluasi kinerja kabinet setelah satu tahun berjalan.
“Tentunya daya dilantik tanggal 20 (Oktober 2024), tanggal 21 (Oktober 2024) saya melantik saudara-saudara, kemudian kalau tidak salah 22 (Oktober 2024) saya lantik para wakil, habis itu langsung kita berangkat ke Magelang untuk retret,” kata Prabowo, Senin (20/10/2025).
“Saya lagi berpikir-pikir mungkin setelah satu tahun perlu juga retret lagi. Rupanya saudara-saudara sudah nostalgia ingin tinggal di tenda,” lanjut Prabowo.
Retret di Hambalang ini diperkirakan akan dimanfaatkan Presiden untuk menyampaikan arahan strategis, memperkuat koordinasi lintas kementerian, serta mengevaluasi capaian dan tantangan pemerintahan ke depan. Hambalang sendiri dikenal sebagai kawasan yang kerap digunakan Prabowo untuk kegiatan konsolidasi dan pembinaan kepemimpinan.
Dengan digelarnya retret kabinet kedua ini, Presiden Prabowo kembali menegaskan pentingnya soliditas tim dan kesamaan langkah dalam menjalankan agenda pemerintahan di tengah dinamika politik dan ekonomi nasional. []
Siti Sholehah.
