Pria 21 Tahun Ditangkap Terkait Serangan di Osaka

JAKARTA – Aparat kepolisian di Jepang bergerak cepat menangani kasus penusukan yang terjadi di kawasan hiburan Dotonbori, Osaka, yang menewaskan satu remaja dan melukai dua lainnya. Seorang pria berusia 21 tahun telah diamankan dan kini menjalani pemeriksaan intensif atas dugaan pembunuhan.

Insiden berdarah tersebut terjadi pada Sabtu (14/02/2026) sekitar pukul 23.50 waktu setempat di lantai dasar sebuah gedung di kawasan Dotonbori, salah satu distrik paling ramai di Osaka, Jepang bagian barat. Wilayah ini dikenal sebagai pusat wisata kuliner dan hiburan malam yang padat pengunjung, terutama saat akhir pekan.

Dilansir NHK, Minggu (15/02/2026), polisi menerima laporan darurat tidak lama setelah kejadian berlangsung. Namun, pelaku sempat melarikan diri dari lokasi sebelum akhirnya berhasil ditangkap pada Minggu pagi di kota yang sama.

Tiga korban dalam peristiwa tersebut merupakan remaja laki-laki berusia 17 tahun. Salah satu korban, Kamada Ryunosuke, warga Prefektur Nara yang berdekatan dengan Osaka, dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit. Ia mengalami luka tusukan di bagian dada serta beberapa bagian tubuh lainnya yang berujung fatal.

Sementara itu, dua remaja lainnya yang berasal dari Prefektur Osaka juga mengalami luka tusukan di bagian atas tubuh. Keduanya segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga kini, otoritas belum merinci kondisi terbaru kedua korban yang selamat tersebut.

Berdasarkan keterangan awal kepolisian, tersangka diduga terlibat pertengkaran dengan ketiga remaja sebelum penusukan terjadi. Meski demikian, penyidik masih mendalami motif di balik insiden tersebut, termasuk kemungkinan adanya faktor lain yang memicu kekerasan.

Penangkapan tersangka dilakukan setelah aparat mengumpulkan informasi dari saksi di lokasi serta memeriksa rekaman kamera pengawas di sekitar area kejadian. Kepolisian menyatakan penyelidikan akan terus berlanjut guna memastikan kronologi lengkap peristiwa dan memperjelas unsur pidana yang dikenakan kepada pelaku.

Peristiwa ini memicu kekhawatiran publik mengingat Dotonbori selama ini dikenal sebagai kawasan yang relatif aman dan ramai aktivitas wisata. Kejadian kekerasan di ruang publik yang padat pengunjung menimbulkan pertanyaan mengenai pengawasan keamanan di pusat keramaian.

Otoritas setempat memastikan akan meningkatkan patroli di area-area strategis, khususnya pada malam hari dan akhir pekan. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya preventif untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Kasus ini menjadi perhatian luas di Jepang karena melibatkan korban remaja dan terjadi di lokasi yang menjadi ikon kota Osaka. Proses hukum terhadap tersangka akan berjalan sesuai sistem peradilan Jepang, sementara keluarga korban yang meninggal dunia tengah berduka atas kehilangan tersebut.[]

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *