Promotor dan Jakpro Bahas Teknis Konser BTS
JAKARTA – Rencana konser grup K-pop BTS di Jakarta pada akhir 2026 mulai memasuki tahap pembahasan teknis. Jakarta International Stadium (JIS) menjadi salah satu lokasi yang diusulkan untuk menjadi tempat penyelenggaraan konser tersebut. Pengelola stadion bersama promotor diketahui telah melakukan sejumlah pembahasan untuk memastikan kesiapan venue jika konser itu benar-benar digelar di ibu kota.
Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Iwan Takwin, mengatakan komunikasi antara pengelola stadion dan promotor konser telah berlangsung beberapa kali. Pertemuan tersebut difokuskan pada berbagai aspek teknis yang diperlukan dalam penyelenggaraan konser berskala internasional.
“EO atau promotor penyelenggara konser BTS itu sudah beberapa kali meeting dengan kami, dengan tim JIS, secara teknis maupun bagaimana prosedurnya,” kata Iwan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Sabtu (07/03/2026).
Ia menjelaskan, pembahasan yang dilakukan tidak hanya menyangkut penggunaan stadion sebagai lokasi acara, tetapi juga mencakup berbagai persyaratan teknis yang harus dipenuhi oleh penyelenggara. Hal tersebut termasuk aspek operasional, sistem keamanan, serta kesiapan infrastruktur stadion untuk mendukung konser dengan skala besar.
Selain itu, pihak manajemen BTS yang berada di Korea Selatan juga telah meminta sejumlah data teknis terkait Jakarta International Stadium. Data tersebut diperlukan untuk menilai apakah stadion tersebut memenuhi standar yang dibutuhkan dalam tur konser dunia BTS yang direncanakan.
Menurut Iwan, permintaan data teknis tersebut meliputi berbagai hal, mulai dari spesifikasi bangunan stadion, kapasitas area konser, hingga dukungan fasilitas lain seperti sistem pencahayaan. Informasi tersebut diperlukan sebagai bahan evaluasi oleh tim produksi konser.
“Dari manajemen BTS di Korea itu sudah meminta semua data teknis stadionnya, venue-nya. Mereka akan menghadirkan panggung yang benar-benar baru di dunia konser mereka dan tentunya bebannya akan menjadi berat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tur konser yang akan datang direncanakan menggunakan konsep panggung baru yang memiliki bobot cukup besar. Oleh karena itu, pihak manajemen BTS sangat memperhatikan kekuatan struktur venue yang akan digunakan.
Menurutnya, perhatian utama dari pihak manajemen tertuju pada bagian lapangan atau infield stadion yang nantinya akan menjadi lokasi utama pemasangan panggung konser.
“Itu yang menjadi perhatian mereka, butuh struktur yang lebih kokoh. Jadi mereka benar-benar concern dengan konstruksi venue itu sendiri, terutama di infield-nya,” tuturnya.
Sebagai respons atas permintaan tersebut, Jakpro telah menyerahkan seluruh data teknis yang diminta oleh pihak manajemen BTS. Dokumen yang diserahkan mencakup detail struktur stadion, spesifikasi area lapangan, serta dukungan fasilitas teknis lain yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan konser.
“Semua data teknis yang mereka butuhkan sudah kami submit,” katanya.
Meski proses komunikasi dan pertukaran data telah berlangsung, keputusan akhir mengenai lokasi konser di Jakarta belum ditetapkan. Iwan menegaskan bahwa keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan manajemen BTS di Korea Selatan.
Ia menyebutkan bahwa pihak manajemen BTS dijadwalkan akan memberikan keputusan resmi mengenai venue konser setelah April 2026.
“Informasinya, setelah April nanti, akan diinformasikan keputusannya seperti apa,” ucap Iwan.
Selain mempertimbangkan aspek teknis venue, pihak manajemen BTS juga dikabarkan memantau tingkat antusiasme penggemar di Jakarta. Hal ini menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan lokasi konser dalam rangkaian tur dunia mereka.
Rencananya, konser BTS di Jakarta akan menjadi bagian dari tur dunia yang dijadwalkan berlangsung pada 26 hingga 27 Desember 2026. Jika Jakarta International Stadium dipilih sebagai venue, stadion tersebut akan menjadi salah satu lokasi konser terbesar dalam rangkaian tur tersebut. []
Siti Sholehah.
