Putin Sampaikan Optimisme Perang Ukraina di Pidato Akhir Tahun

MOSKOW – Presiden Rusia Vladimir Putin kembali menegaskan keyakinannya atas keberhasilan operasi militer Rusia di Ukraina. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidato kenegaraan Malam Tahun Baru yang disiarkan ke seluruh penjuru negeri, sekaligus menjadi momentum simbolik untuk menguatkan dukungan publik terhadap kebijakan militer Kremlin yang telah berjalan hampir empat tahun.

Pidato tradisional itu pertama kali ditayangkan dari wilayah Kamchatka, kawasan timur jauh Rusia yang menjadi daerah pertama memasuki tahun 2026. Seperti tradisi tahunan, siaran tersebut kemudian diputar ulang secara berurutan di seluruh 11 zona waktu Rusia, tepat menjelang pergantian tahun. Pidato Malam Tahun Baru telah lama menjadi sarana penting bagi pemimpin Rusia untuk menyampaikan pesan politik utama kepada rakyat.

Dalam pidatonya, Putin menyoroti peran militer Rusia di Ukraina dan menyerukan solidaritas nasional. Ia meminta masyarakat Rusia terus memberikan dukungan moral kepada para prajurit yang bertugas di medan perang. Presiden Rusia itu menyampaikan keyakinannya bahwa upaya militer yang dijalankan negaranya akan membuahkan hasil sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

“Kami percaya pada Anda dan kemenangan kita,” ujarnya.

Putin juga secara khusus menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru kepada para personel militer yang terlibat langsung dalam konflik tersebut. Ia menegaskan bahwa para tentara dan komandan tidak berjuang sendirian, karena dukungan rakyat Rusia terus mengalir dari berbagai penjuru negeri.

“Jutaan orang di seluruh Rusia, percayalah, memikirkan Anda,” ujarnya.

Pernyataan itu mencerminkan upaya Kremlin untuk memperkuat narasi persatuan nasional di tengah konflik berkepanjangan yang masih berlangsung. Sejak perang dimulai, pemerintah Rusia secara konsisten menyebut operasi militer di Ukraina sebagai langkah strategis demi kepentingan nasional dan keamanan negara.

Pidato Malam Tahun Baru kali ini juga bertepatan dengan momen penting dalam perjalanan politik Putin. Tanggal 31 Desember menandai 26 tahun dirinya memegang tampuk kekuasaan di Rusia. Putin pertama kali menjabat sebagai presiden pada Malam Tahun Baru 1999, setelah Presiden Boris Yeltsin mengumumkan pengunduran dirinya. Sejak saat itu, Putin menjadi figur sentral dalam politik Rusia, baik sebagai presiden maupun perdana menteri.

Tradisi pidato akhir tahun yang disiarkan melalui televisi nasional merupakan warisan era Soviet yang dimulai oleh pemimpin Leonid Brezhnev. Hingga kini, pidato tersebut tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Tahun Baru di Rusia dan ditonton oleh jutaan rumah tangga sebagai penanda pergantian tahun.

Dalam konteks perang Ukraina, pidato ini tidak hanya berfungsi sebagai ucapan selamat tahun baru, tetapi juga sebagai alat komunikasi politik untuk menegaskan posisi pemerintah dan membangun kepercayaan publik. Dengan menekankan optimisme dan solidaritas, Putin berupaya menjaga stabilitas dukungan domestik di tengah tekanan geopolitik dan ekonomi yang dihadapi Rusia akibat konflik tersebut.

Hingga kini, perang di Ukraina masih terus berlangsung tanpa kepastian waktu berakhir. Namun, melalui pidato simbolik tersebut, Kremlin kembali menegaskan bahwa pemerintah Rusia tetap berada pada jalur yang diyakini benar dan mengharapkan dukungan berkelanjutan dari rakyatnya. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *