QRIS Rp26 Ramaikan Paskah Nasional, UMKM Sulut Kebanjiran Pembeli

MANADO – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi (Prov) Sulawesi Utara (Sulut) memanfaatkan momentum Paskah Nasional 2026 di kawasan Pohon Kasih Megamas sebagai sarana penguatan literasi ekonomi dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program edukasi dan digitalisasi transaksi.

Kegiatan yang dihadiri puluhan ribu jemaat ini tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga wadah strategis untuk memperkenalkan peran bank sentral dalam mendorong ekonomi inklusif. BI Sulut menghadirkan berbagai program interaktif, termasuk layanan perpustakaan keliling guna meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kebanksentralan.

Sebagai bagian dari upaya mendorong ekonomi lokal, BI Sulut turut melibatkan 15 UMKM binaan yang menampilkan beragam produk kuliner dan kreatif. Selain itu, inovasi transaksi digital melalui program Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Rp26 menjadi daya tarik utama bagi pengunjung.

Melalui program tersebut, masyarakat cukup melakukan transaksi digital senilai Rp26 untuk memperoleh voucher belanja sebesar Rp20.000 yang dapat digunakan pada stan UMKM. Skema ini dinilai efektif dalam mendorong penggunaan sistem pembayaran digital sekaligus meningkatkan penjualan pelaku usaha lokal.

Kepala Perwakilan BI Sulut Joko Supratikto menegaskan bahwa kehadiran BI dalam Paskah Nasional 2026 merupakan bagian dari strategi memperkuat ekonomi daerah berbasis komunitas.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk lebih dikenal masyarakat sekaligus mendorong konsumsi lokal. Selain itu, momentum Paskah Nasional 2026 menjadi ajang memperkuat kebersamaan dan semangat berbagi,” ujar Joko, sebagaimana diberitakan Info Publik, Jumat, (10/04/2026).

Kegiatan berskala nasional ini juga dihadiri Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Sultan Bachtiar Najamudin, serta Gubernur Sulut Yulius Selvanus bersama jajaran pemerintah dan tokoh lintas agama.

Menurut Joko, pendekatan berbasis komunitas yang dipadukan dengan inovasi digital dan penguatan literasi ekonomi dinilai mampu menciptakan ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan, terutama di tengah percepatan transformasi digital.

Pemprov Sulut bersama BI terus mendorong sinergi lintas sektor agar kegiatan serupa dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat fondasi ekonomi daerah. []

Penulis: Sri Surya | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *