Rakernas AMDATARA Jadi Tonggak Awal Penguatan Industri AMDK
JAKARTA – Upaya memperkuat fondasi industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) nasional menjadi sorotan utama dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) perdana Perkumpulan Usaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) yang digelar di Novotel Jakarta Pulomas. Forum ini menandai langkah awal konsolidasi organisasi yang baru berdiri, sekaligus menunjukkan ambisi AMDATARA untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan industri AMDK yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Rakernas tersebut tidak sekadar menjadi agenda rutin organisasi, melainkan ruang dialog lintas sektor untuk merumuskan arah kebijakan dan strategi jangka panjang. Sejak berdiri sekitar satu setengah bulan, AMDATARA telah aktif membangun komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan kunci di tingkat nasional. Ketua Umum AMDATARA, Karyanto Wibowo, menyampaikan bahwa organisasi yang dipimpinnya telah melakukan dialog dengan sejumlah kementerian dan lembaga negara.
Beberapa di antaranya adalah Kementerian Lingkungan Hidup RI, Kementerian Perindustrian RI, Kementerian Perhubungan RI, serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dukungan dari pemerintah dipandang sebagai faktor penting dalam memastikan keberlangsungan dan pertumbuhan industri AMDK ke depan.
“Alhamdulillah kita mendapat dukungan dari pemerintah selaku mitra strategis kami,” ujar Karyanto, dalam keterangan tertulis, Kamis (05/02/2026).
Selain membangun relasi di tingkat pusat, AMDATARA juga menaruh perhatian besar pada penguatan struktur organisasi di daerah. Penguatan jaringan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) yang menjadi bagian dari struktur Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dinilai krusial, mengingat sebagian besar perusahaan AMDK beroperasi di wilayah daerah. Pendekatan ini diharapkan dapat memperlancar kolaborasi antara pelaku industri dengan pemerintah daerah.
“Karena sebagian besar perusahaan AMDK berada di daerah sehingga memang sangat penting bagi kita untuk memperkuat jaringan kita di daerah,” ucap Karyanto.
Dalam konteks penguatan internal, AMDATARA menetapkan dua fokus utama. Pertama, memperkuat strategi komunikasi, termasuk melalui pemanfaatan media sosial serta kolaborasi kegiatan secara luring. Kedua, memperkokoh fungsi sekretariat sebagai pusat koordinasi organisasi. Langkah ini dipandang penting untuk meningkatkan pelayanan kepada anggota sekaligus mendukung efektivitas advokasi kebijakan.
Rakernas perdana AMDATARA mengusung tema “Rapatkan Barisan, Perkuat Kolaborasi, Tingkatkan Daya Saing”. Sejumlah agenda strategis dibahas, mulai dari kebijakan organisasi hingga solusi atas berbagai tantangan industri, seperti regulasi, standar mutu, keamanan pangan, dan isu keberlanjutan. Pembahasan tersebut diarahkan untuk memastikan industri AMDK tetap memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional.
Industri AMDK sendiri merupakan salah satu sektor paling dinamis dalam industri makanan dan minuman nasional, dengan pertumbuhan tahunan yang stabil di kisaran 5–8 persen. Kapasitas produksi yang mencapai sekitar 47 miliar liter per tahun, keterlibatan lebih dari 700 perusahaan, serta penyerapan sekitar 46 ribu tenaga kerja langsung menunjukkan besarnya peran sektor ini dalam perekonomian Indonesia.
Sebagai organisasi yang berdiri sejak 2025 dan kini menaungi lebih dari 80 perusahaan dengan lebih dari 150 merek AMDK, AMDATARA menegaskan komitmennya untuk menjadi wadah kolaboratif yang profesional dan bertanggung jawab. Kehadiran berbagai pakar, pejabat kementerian, serta pemangku kepentingan lainnya dalam Rakernas ini mencerminkan semangat sinergi lintas sektor guna memperkuat industri nasional.
AMDATARA meyakini bahwa industri AMDK yang kuat, aman, dan berkelanjutan tidak hanya berdampak pada kualitas hidup masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu pilar penting dalam memperkokoh struktur ekonomi nasional. []
Siti Sholehah.
