Ramadan di AS, Trump Sampaikan Harapan Terbaik

WASHINGTON DC — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan pesan khusus menyambut bulan suci Ramadan kepada umat Muslim, khususnya yang berada di Amerika Serikat. Pernyataan tersebut dirilis melalui laman resmi Gedung Putih pada Selasa (17/02/2026) waktu setempat, bertepatan dengan dimulainya Ramadan di sejumlah negara.

Dalam pesannya, Trump menekankan makna spiritual Ramadan sekaligus menyampaikan doa dan harapan bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa. Ia juga menggarisbawahi komitmen pemerintahannya terhadap kebebasan beragama sebagai bagian dari nilai dasar bangsa Amerika.

“Hari ini, saya menyampaikan salam dan harapan terbaik saya kepada semuanya yang merayakan Ramadan,” kata Trump dalam pernyataannya.

Ia menggambarkan Ramadan sebagai momen penting yang sarat dengan nilai refleksi dan pembaruan diri. “Setiap Ramadan merupakan musim yang penuh penghormatan akan pembaruan spiritual, meditasi reflektif, dan apresiasi atas berkah Tuhan yang tak terhitung jumlahnya,” sebut Trump.

Lebih lanjut, Trump menyoroti kontribusi komunitas Muslim dalam kehidupan sosial Amerika Serikat. “Masa ini suci bagi banyak warga Amerika, yang menekankan doa dan puasa, memperkuat ikatan keluarga dan komunitas, serta menegaskan nilai-nilai bersama tentang kasih sayang, amal, belas kasihan, dan kerendahan hati,” imbuh pernyataan Trump.

Pesan tersebut juga memuat penegasan mengenai kebebasan beragama. Dalam konteks masyarakat Amerika yang plural, Trump menilai hak beribadah merupakan bagian fundamental dari identitas nasional.

“Hak yang diberikan Tuhan untuk beribadah secara bebas adalah ciri khas bangsa kita dan pilar kemakmuran serta kekuatan kita. Karena alasan ini, setiap hari, pemerintahan saya memastikan bahwa semua warga negara dapat menjalankan keyakinan mereka, mengikuti hari nurani mereka, dan beribadah secara bebas — karena kebebasan beragama berarti kebebasan untuk menjalankan agama Anda dengan bangga dan tanpa takut akan penganiayaan,” tegasnya.

Menutup pesannya, Trump kembali menyampaikan doa bagi umat Muslim. “Di musim yang penuh rahmat dan kebaikan ini, saya memanjatkan doa untuk kebahagiaan dan keberkahan di rumah, persatuan dan perdamaian di seluruh dunia, dan berkah di tahun yang akan datang,” kata Trump dalam pernyataannya.

Ramadan tahun ini disambut pada Rabu (18/02/2026) oleh sejumlah negara Arab dan mayoritas Muslim. Sementara itu, beberapa negara lain memulai puasa sehari setelahnya. Umat Muslim di Amerika Serikat juga memulai Ramadan pada 18 Februari, setelah Dewan Fiqih Amerika Utara menetapkan awal bulan suci tersebut berdasarkan perhitungan kalender Islam.

Pernyataan resmi dari Gedung Putih ini menjadi bagian dari tradisi tahunan pemerintah AS dalam menyampaikan pesan kepada komunitas Muslim. Di tengah dinamika politik dan hubungan internasional, pesan Ramadan tersebut menegaskan pengakuan terhadap keberagaman agama sebagai elemen penting dalam kehidupan berbangsa di Amerika Serikat. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *