Ratusan Gerai Koperasi di Sulteng Mangkrak, Terkendala Lahan dan SDM

PALU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) menghadapi tantangan serius dalam mengoperasikan ratusan gerai koperasi yang telah dibangun, akibat keterbatasan lahan dan belum siapnya sumber daya pengelola di tingkat desa.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Sulteng Sumarno mengungkapkan, dari sekitar 300 hingga 400 gerai yang telah dibangun sejak program berjalan, baru sekitar 70 unit yang rampung sepenuhnya. Namun, gerai-gerai tersebut belum dapat difungsikan karena masih membutuhkan penanganan lanjutan.

“Yang sudah selesai membangun pun belum beroperasi karena masih butuh penanganan,” ujarnya saat ditemui, sebagaimana dilansir Radar Palu, Selasa (07/04/2026).

Menurut Sumarno, persoalan utama yang menghambat percepatan program ini adalah ketersediaan lahan di desa. Banyak wilayah belum memiliki lahan khusus untuk pembangunan gerai, sementara skema pengadaan lahan juga belum ditetapkan secara jelas.

“Banyak desa yang tidak punya lahan. Sementara pengadaan lahan tidak ada. Jadi solusinya nanti kemungkinan pakai lahan yang ada, kalau tidak ya nanti ada kebijakan, apakah pembelian lahan atau bagaimana,” jelasnya.

Selain kendala lahan, kesiapan pengurus koperasi juga menjadi perhatian. Pemprov Sulteng menilai kapasitas pengelola masih perlu ditingkatkan sebelum gerai dapat dioperasikan secara mandiri.

Untuk itu, pemerintah menyiapkan pelatihan bagi pengurus dan pengawas koperasi sebelum tahap operasional dimulai. “Pengawas dengan pengurusnya diberi pelatihan sampai selesai. Baru nanti tahap berikutnya pengisian gerai,” terangnya.

Dalam tahap awal, pengelolaan gerai yang telah selesai kemungkinan masih akan ditangani oleh PT Agrinas, sembari menunggu kesiapan koperasi lokal. “Belum bisa langsung diserahkan ke pengurus koperasi. Masih butuh dibimbing, diberi contoh, dilatih dan lain-lain. Belum bisa dilepas,” tandasnya.

Ke depan, gerai koperasi ini dirancang tidak hanya melayani simpan pinjam, tetapi juga menjadi pusat aktivitas ekonomi desa dengan tujuh bidang usaha, termasuk pergudangan, produksi, hingga gerai konsumsi. Selain itu, gerai juga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat seperti pupuk, gas, dan bahan bakar minyak (BBM).

Pemprov Sulteng menargetkan pembangunan gerai koperasi dapat mencapai 70 persen pada 2026. Program ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi desa sekaligus memperkuat peran koperasi dalam mendukung pelaku UMKM di Sulteng. []

Penulis: Rina Khalik | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *