RDP Komisi II Ajang “Uji Kemampuan” Perseroda BTT
0-3840x1742-0-0#
PROBOLINGGO, PRUDENSI.COM-Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Kota Probolinggo bersama jajaran Komisaris dan Direksi BUMD Perseroda Bahari Tanjung Tembaga (BTT) pada Selasa (2/2/2026) jadi ajang uji kemampuan.
Anggota Komisi II Ryadlus Sholihin, M.Pd (Ketua), Sahri Trigiantoro, SH (Wakil Ketua), Hj. Farina Chunun Inin, A.md (Sekretaris), Masda Putri Amelia, S.IP, M.A (Anggota), H. Syaifudin DZ (Anggota), dan Ellyas Aditiawan, S.Ikom (Anggota) yang hadir mencecar pertanyaan-pertanyaan yang cukup tajam terhadap rencana kerja kelak BUMD Perseroda (BTT).
Sementara itu Ryadlus Sholihin Firdaus, M.Pd menyoroti tajam rencana bisnis Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) baru, Perseroda Bahari Tanjung Tembaga (BTT).
Mengingat hingga kini belum menerima kucuran penyertaan modal dari APBD. Pertemuan dalam rapat dengar pendapat (RDP) mengungkap keraguan para legislator terhadap efektivitas pengelolaan anggaran senilai Rp6,93 miliar tersebut.
Riyadlus Sholihin Firdaus selaku Ketua Komisi II mempertanyakan kesiapan jajaran Direksi dalam memulai operasional bisnis logistik pelabuhan di tengah belum tersedianya kantor fisik.
Rapat tersebut menjadi ajang klarifikasi bagi manajemen Perseroda BTT untuk memaparkan rincian kebutuhan anggaran yang diusulkan kepada pemerintah kota.
Namun demikian, Direktur Perseroda BTT Noviyadi, S.Sos, MM dengan percaya diri seakan ingin menghapus keraguan tersebut.
Ia memaparkan bahwa porsi terbesar dari modal tersebut akan dialokasikan untuk pengadaan armada truk guna mendukung aktivitas logistik pelabuhan.
Namun, rencana penggunaan unit kendaraan bekas menjadi poin krusial yang memicu perdebatan antara pihak direksi dan anggota legislatif.
“Target mulai operasional bulan Maret yang akan datang, karena perencanaannya sudah kami lakukan Setelah kantor dan armada tersedia, kami pastikan Perseroda segera beroperasi dan menjadi motor penggerak PAD Pemkot Probolinggo,”pungkas Noviyadi.(rac)
