Rekor! Transaksi SPKLU Tembus 18 Ribu Saat Arus Balik Lebaran

YOGYAKARTA – Lonjakan penggunaan kendaraan listrik saat arus balik Idulfitri 1447 Hijriah mendorong rekor baru transaksi pengisian daya di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), menandai percepatan adopsi transportasi ramah lingkungan di Indonesia pada Selasa, 24 Maret 2026.

PT PLN (Persero) mencatat sebanyak 18.088 transaksi pengisian daya dalam satu hari dengan total konsumsi energi mencapai 427.980 kilowatt hour (kWh). Capaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik, terutama untuk perjalanan jarak jauh.

Lonjakan tersebut sekaligus menunjukkan kesiapan infrastruktur SPKLU yang tersebar di jalur strategis arus mudik dan balik. Keberadaan fasilitas ini dinilai mampu menjawab kekhawatiran pengguna terkait ketersediaan energi selama perjalanan.

Kemudahan akses juga diperkuat melalui aplikasi real-time PLN Mobile yang memungkinkan pengguna memantau lokasi SPKLU terdekat serta status operasionalnya secara langsung. Fitur ini menjadi salah satu faktor pendukung meningkatnya kenyamanan pengguna kendaraan listrik.

Secara operasional, total energi yang tersalurkan setara dengan jarak tempuh kendaraan listrik sejauh 285.320 kilometer atau sekitar tujuh kali keliling bumi. Angka ini menggambarkan intensitas penggunaan kendaraan listrik yang semakin tinggi dalam satu hari.

Dari sisi lingkungan, penggunaan kendaraan listrik terbukti mampu menekan emisi karbon secara signifikan. Jika jarak tersebut ditempuh menggunakan bahan bakar minyak (BBM), emisi yang dihasilkan mencapai 684,8 ton karbon dioksida ekuivalen (CO2e). Namun, kendaraan listrik mampu mengurangi emisi hingga 342,4 ton CO2e.

Pengurangan emisi tersebut setara dengan 14 kali penerbangan pulang-pergi rute Jakarta–Surabaya menggunakan satu pesawat. Hal ini menunjukkan kontribusi nyata kendaraan listrik terhadap peningkatan kualitas udara.

Selain itu, efisiensi biaya operasional juga menjadi daya tarik utama. PT PLN memperkirakan penggunaan kendaraan listrik dalam satu hari mampu menghemat biaya hingga Rp265.376.132 dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak. Perhitungan ini didasarkan pada konsumsi energi sekitar 1,5 kWh untuk setiap 10 kilometer perjalanan.

Tren ini menegaskan bahwa ekosistem kendaraan listrik nasional semakin berkembang, tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga penerimaan masyarakat. Ke depan, peningkatan penggunaan kendaraan listrik diharapkan terus berlanjut dan berkontribusi pada target emisi nol bersih sektor transportasi nasional sebagaimana diberitakan Harianjogja, Senin (06/04/2026). []

Penulis:  Sunartono | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *