Remaja Meninggal Saat Amankan Barang dari Banjir di Tangerang
JAKARTA – Peristiwa tragis terjadi saat banjir melanda kawasan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten. Seorang remaja berinisial NJ (18) dilaporkan meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik ketika berusaha menyelamatkan barang-barangnya dari genangan air yang mulai masuk ke dalam rumah.
Insiden tersebut terjadi pada Minggu (08/03/2026) dini hari ketika wilayah tempat tinggal korban dilanda banjir. Saat itu, air mulai menggenangi rumah korban sehingga ia berupaya mengamankan sejumlah barang elektronik agar tidak rusak akibat terendam air.
Menurut keterangan pihak kepolisian, korban berusaha mencabut perangkat komputer miliknya yang masih terhubung dengan sumber listrik. Namun, upaya tersebut justru berujung pada kecelakaan fatal.
Kanit Reskrim Polsek Pasar Kemis, Ipda Ahmad Dasuki, menjelaskan bahwa korban tersengat listrik saat mencabut perangkat elektronik tersebut di tengah kondisi rumah yang sudah mulai tergenang air.
“Pada saat itu, korban mencabut perangkat komputer yang terkoneksi ke arus listrik, kemudian korban tersengat,” kata Dasuki saat dihubungi, Senin (09/03/2026).
Peristiwa tersebut terjadi secara cepat dan mengejutkan keluarga korban yang berada di lokasi kejadian. Setelah mengetahui kondisi korban, pihak keluarga segera membawa remaja tersebut ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.
Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Bunda Sejahtera dengan harapan dapat segera memperoleh penanganan dari tim medis. Namun, setelah menjalani pemeriksaan di rumah sakit, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Petugas medis yang menangani korban menyatakan bahwa NJ telah meninggal dunia setelah tiba di rumah sakit. Pihak keluarga pun menerima kabar duka tersebut dengan penuh kesedihan.
“Kemudian orang tua korban telah membawa jenazah untuk disemayamkan secara keagamaan,” ujarnya.
Setelah proses administrasi di rumah sakit selesai, jenazah korban kemudian dibawa pulang oleh pihak keluarga ke rumah duka untuk disemayamkan sebelum proses pemakaman dilaksanakan sesuai dengan tata cara keagamaan.
Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan yang terjadi saat bencana banjir melanda sejumlah wilayah. Kondisi genangan air yang bercampur dengan instalasi listrik aktif sering kali menimbulkan risiko serius bagi keselamatan warga.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika menghadapi situasi banjir, terutama yang berkaitan dengan penggunaan listrik di dalam rumah. Dalam kondisi darurat, warga disarankan untuk segera memutus aliran listrik dari sumber utama sebelum memindahkan atau mencabut perangkat elektronik.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mengutamakan keselamatan diri ketika terjadi bencana alam. Upaya menyelamatkan barang-barang berharga sebaiknya dilakukan setelah memastikan tidak ada potensi bahaya yang mengancam keselamatan.
Peristiwa yang menimpa NJ menjadi pengingat bahwa risiko kecelakaan listrik dapat meningkat saat banjir terjadi. Air yang menggenang di dalam rumah dapat menjadi penghantar listrik sehingga berpotensi menimbulkan sengatan listrik yang membahayakan jiwa.
Oleh karena itu, warga diimbau untuk segera mematikan sumber listrik utama ketika banjir mulai masuk ke dalam rumah guna mencegah kejadian serupa terjadi kembali di masa mendatang.[]
Siti Sholehah.
