Remaja Sukoharjo Digigit Kobra Saat Buka Paket Karpet

JAKARTA — Peristiwa tak terduga dialami seorang remaja perempuan di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Sakinah (15), warga Desa Kepuh, Kecamatan Nguter, harus menjalani perawatan medis setelah digigit ular kobra saat membuka paket berisi karpet di rumahnya. Kejadian ini menjadi pengingat akan potensi bahaya satwa liar yang dapat muncul di lingkungan permukiman.

Insiden tersebut terjadi pada Senin (26/01/2026). Saat itu, Sakinah tengah membongkar paket yang baru saja diterima. Tanpa disadari, seekor ular kobra ditemukan terjebak di selotip paket setelah karpet dikeluarkan. Ular tersebut kemudian menggigit korban.

Kakak korban, Devia Khaerunnisa, mengungkapkan bahwa kejadian itu berlangsung sangat cepat dan di luar dugaan keluarga. Menurutnya, ukuran ular yang menggigit adiknya terbilang cukup besar.

“Lumayan (ukurannya), seperti di foto, sekira sejempol kaki anak remaja,” kata Devia, dilansir detikJateng, Sabtu (31/01/2026).

Usai kejadian, korban segera mendapatkan penanganan medis dan dilarikan ke rumah sakit. Peristiwa ini pun menyita perhatian masyarakat luas, terutama karena dugaan awal menyebutkan bahwa ular tersebut berasal dari dalam paket yang diterima korban.

Namun, dugaan tersebut kemudian mendapat penjelasan berbeda dari pihak komunitas pemerhati satwa liar. Ketua Exalos (Exotic Animal Lover’s) Indonesia, Janu Wahyu Widodo, mengatakan bahwa berdasarkan foto yang diterimanya, ular tersebut merupakan jenis kobra jawa yang dikenal memiliki bisa cukup tinggi dan berbahaya.

Janu menjelaskan bahwa pihaknya telah menjenguk korban di RSUD Sukoharjo sekaligus menyerahkan hasil penggalangan donasi. Dari keterangan langsung yang diperoleh dari korban dan keluarga, ia menyimpulkan bahwa ular tersebut tidak berasal dari dalam paket.

“Banyak fakta yang kami dapatkan saat mengunjungi korban gigitan ular di Sukoharjo, di antaranya adalah ular dalam paket. Setelah korban bercerita saya menyimpulkan ular bukan dari paket, melainkan dari rumah,” kata Janu saat dihubungi awak media, Sabtu (31/01/2026).

Menurut Janu, terdapat jeda waktu sekitar satu jam sejak korban membuka paket hingga membuang sampah plastik pembungkus karpet. Dalam rentang waktu tersebut, diduga ular yang sebelumnya berada di dalam rumah masuk ke tumpukan sampah plastik dan akhirnya terjebak oleh selotip.

Temuan ini memperkuat dugaan bahwa ular tersebut berasal dari lingkungan sekitar rumah, bukan dikirim bersama paket. Kondisi rumah yang memungkinkan menjadi habitat sementara ular, seperti adanya celah, tumpukan barang, atau area lembap, bisa menjadi faktor pendukung keberadaan satwa liar tersebut.

Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat untuk lebih waspada, terutama di wilayah yang masih dekat dengan area persawahan atau semak-semak. Pemerhati satwa juga mengimbau warga agar berhati-hati saat membuka paket atau membersihkan tumpukan barang, serta segera menghubungi pihak berwenang jika menemukan satwa liar berbahaya.

Sementara itu, kondisi korban dilaporkan berangsur membaik setelah mendapatkan perawatan medis. Pihak keluarga berharap kejadian serupa tidak terulang dan masyarakat dapat lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman satwa liar di lingkungan sekitar. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *