Rencana Kunjungan Trump ke Venezuela Jadi Sorotan
JAKARTA – Pemerintah Amerika Serikat kembali menjadi sorotan setelah Presiden Donald Trump mengungkapkan rencananya untuk mengunjungi Venezuela. Pernyataan tersebut disampaikan langsung kepada awak media di Gedung Putih, namun belum disertai dengan rincian waktu maupun tujuan spesifik dari kunjungan tersebut.
“Saya akan mengunjungi Venezuela,” kata Trump ketika ditanya tentang kemungkinan kunjungan tersebut oleh wartawan di Gedung Putih.
Meski demikian, Trump menegaskan bahwa rencana tersebut masih bersifat awal dan belum diputuskan secara pasti. Ia belum memberikan informasi lebih lanjut mengenai agenda resmi maupun konteks diplomatik yang melatarbelakangi rencana perjalanan tersebut.
“kami belum memutuskan tanggalnya,” tambah Trump.
Pernyataan ini muncul dalam situasi politik yang kompleks di Venezuela, terutama setelah mantan Presiden Nicolas Maduro ditangkap oleh otoritas Amerika Serikat. Penangkapan tersebut terjadi setelah operasi militer Washington yang berlangsung pada awal tahun 2026 dan mengakhiri kekuasaan Maduro yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Pasca penangkapan tersebut, posisi kepemimpinan sementara Venezuela diisi oleh Delcy Rodriguez.
Situasi tersebut menjadikan Venezuela sebagai salah satu fokus utama kebijakan luar negeri Amerika Serikat, khususnya terkait stabilitas politik dan pemerintahan di negara Amerika Latin tersebut. Rencana kunjungan Trump pun memicu berbagai spekulasi, mulai dari kemungkinan upaya memperkuat pengaruh diplomatik hingga memastikan proses transisi pemerintahan berjalan sesuai kepentingan strategis Washington.
Sebelumnya, Trump juga sempat menjadi perhatian publik setelah mengunggah pernyataan kontroversial di media sosial Truth Social. Dalam unggahan tersebut, ia menyebut dirinya sebagai “Presiden Sementara Venezuela”. Unggahan itu turut menampilkan tangkapan layar profil Wikipedia miliknya yang mencantumkan keterangan “Acting President of Venezuela” sejak Januari 2026.
Namun, tangkapan layar tersebut diduga telah dimodifikasi atau direkayasa secara digital. Unggahan itu memicu beragam respons dari publik dan pengamat politik internasional, yang mempertanyakan maksud dan implikasi dari pernyataan tersebut.
Tidak hanya itu, Trump juga sempat melontarkan komentar bernada candaan terkait isu lain di kawasan Amerika Latin. Menanggapi spekulasi bahwa Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio akan menjadi Presiden Kuba, Trump merespons dengan santai melalui media sosial.
“Kedengarannya bagus bagi saya.”
Pernyataan tersebut menunjukkan gaya komunikasi Trump yang kerap mencampurkan pernyataan serius dengan komentar informal, terutama melalui platform media sosial.
Rencana kunjungan Trump ke Venezuela berpotensi menjadi langkah penting dalam dinamika hubungan kedua negara yang selama ini diwarnai ketegangan. Selain itu, kunjungan tersebut juga dapat menjadi simbol perubahan arah kebijakan dan strategi Amerika Serikat terhadap Venezuela pasca perubahan kepemimpinan di negara tersebut.
Pengamat menilai, apabila kunjungan tersebut benar-benar terlaksana, maka hal itu dapat menjadi momentum penting dalam membentuk kembali hubungan diplomatik serta menentukan masa depan stabilitas politik di Venezuela. Namun, hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai jadwal maupun agenda rinci dari rencana perjalanan tersebut.[]
Siti Sholehah.
