Rentetan Peluru Sasar Pemuka Agama di Utah Saat Ramadan

UTAH – Aksi penembakan menargetkan seorang imam masjid terjadi di Negara Bagian Utah, Amerika Serikat, pada bulan suci Ramadan. Peristiwa tersebut berlangsung di depan kediaman korban pada Senin (23/02/2026) malam waktu setempat dan kini tengah dalam penyelidikan aparat penegak hukum. Meski rentetan peluru dilepaskan ke arahnya, sang imam selamat tanpa mengalami luka fisik.

Imam yang menjadi sasaran diketahui bernama Shuaib Din, pemuka agama di Utah Islamic Center yang berlokasi di West Jordan, wilayah yang berbatasan dengan Sandy, Utah. Insiden bermula setelah Din berbuka puasa bersama keluarganya di rumah yang berjarak sekitar dua menit dari masjid tempatnya bertugas. Sekitar pukul 19.45 waktu setempat, saat ia hendak kembali ke masjid dan mengeluarkan mobil dari garasi, seorang pria tak dikenal mendekatinya.

Pelaku disebut mengenakan masker dan hoodie. Menurut keterangan Din, pria bersenjata itu keluar dari kendaraan yang terparkir di depan rumahnya, lalu melepaskan tembakan sebelum melarikan diri. “Jelas, dia mengetahui rumah saya, mengetahui mobil saya, dan mengetahui jadwal saya,” kata Din kepada The Salt Lake Tribune pada Selasa (24/02/2026) pagi.

Setelah kejadian tersebut, Din segera menghubungi layanan darurat 911 untuk melaporkan serangan yang dialaminya. Saat operator menanyakan apakah ia sempat mencatat nomor pelat kendaraan pelaku, Din mengakui tidak sempat melihatnya secara jelas. Ia kemudian berinisiatif mengejar kendaraan tersebut dengan harapan dapat mengidentifikasi nomor pelatnya.

Namun, pengejaran itu justru memperbesar risiko. Di tengah upaya tersebut, pelaku mendadak menghentikan mobilnya, keluar, dan kembali melepaskan tembakan ke arah kendaraan Din. Sekitar delapan kali tembakan dilepaskan. Peluru menembus kursi bagian depan dan belakang serta kaca depan mobil. Menyadari bahaya yang meningkat, Din akhirnya memutuskan untuk menghentikan pengejaran.

Departemen Kepolisian Sandy membenarkan bahwa kendaraan korban terkena tembakan beberapa kali. Aparat menyatakan tengah mengerahkan berbagai sumber daya untuk mengungkap pelaku dan motif di balik aksi tersebut. “Kepolisian mengerahkan semua sumber daya yang tersedia, termasuk berkomunikasi dengan FBI, untuk dapat menyelesaikan penyelidikan kami, dan menemukan semua tersangka yang mungkin,” kata Sersan Michael Olsen dari Kepolisian Sandy.

Hingga kini, belum ada tersangka yang ditangkap. “Belum menahan satu tersangka pun,” ujar Olsen terkait perkembangan penyelidikan. Motif penembakan juga masih belum diketahui secara pasti.

Sebagai bagian dari upaya pengungkapan kasus, kepolisian telah merilis empat foto yang memperlihatkan kendaraan yang diduga digunakan pelaku. Masyarakat diminta memberikan informasi apabila mengetahui detail yang dapat membantu proses penyelidikan.

Insiden ini memicu keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk pejabat setempat. Wali Kota Sandy, Minica Zoltanski, bersama Dewan Kota menyatakan bahwa penembakan yang menargetkan pemuka agama tersebut merupakan tindakan yang meresahkan komunitas. Mereka menyampaikan rasa syukur karena korban tidak mengalami cedera fisik.

Di sisi lain, Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) turut mengambil langkah dengan menawarkan imbalan sebesar US$ 5.000 bagi siapa pun yang memberikan informasi yang mengarah pada penangkapan dan penghukuman tersangka. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pengungkapan kasus dan memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya komunitas Muslim yang tengah menjalankan ibadah Ramadan.

Peristiwa ini menambah daftar kasus kekerasan bersenjata yang terjadi di Amerika Serikat, sekaligus menyoroti pentingnya perlindungan terhadap tokoh agama dan tempat ibadah dari ancaman serupa. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *