RPH Surabaya Pantau Harga Daging di Pasar Tradisional
SURABAYA – Perusahaan daerah Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Perseroda melakukan pemantauan harga serta ketersediaan daging di sejumlah pasar tradisional menjelang Idulfitri. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Tim Monitoring Daging di Pasar Pucang Anom dan Pasar Genteng untuk memastikan pasokan tetap tersedia dan harga daging masih dalam batas wajar, sebagaimana dilansir Ketik, Minggu, (16/03/2026).
Pemantauan dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap daging selama bulan Ramadan hingga mendekati Lebaran. Dari hasil pengecekan di lapangan, harga daging sapi di pasar tradisional Surabaya masih dinilai relatif stabil meskipun diperkirakan akan mengalami penyesuaian dalam waktu dekat.
Ketua Tim Monitoring Daging RPH Surabaya, Bagus Aditya, mengatakan pihaknya mencatat harga daging sapi masih terkendali berdasarkan hasil pemantauan terbaru di dua pasar tersebut.
“Berdasarkan hasil monitoring yang kami lakukan pada 13 Maret 2026 di Pasar Genteng dan Pasar Pucang Anom, harga daging sapi yang beredar masih terkendali. Kami memperkirakan kemungkinan ada penyesuaian harga sekitar Rp3.000 hingga Rp5.000 per kilogram mulai pekan depan, seiring meningkatnya permintaan mendekati Idul Fitri,” ujar Bagus.
Ia menambahkan, kenaikan harga tersebut merupakan fenomena yang umum terjadi menjelang hari besar keagamaan dan masih berada dalam kisaran yang dapat dikendalikan oleh pasar.
Berdasarkan data Tim Monitoring RPH Surabaya, harga ayam di Pasar Genteng tercatat sekitar Rp40.000 per kilogram. Untuk daging sapi, kualitas D1 diperdagangkan sekitar Rp135.000 per kilogram, kualitas D2 Rp125.000 per kilogram, rawisan atau rawonan Rp110.000 per kilogram, iga Rp100.000 per kilogram, buntut Rp100.000 per kilogram, serta kikil Rp60.000 per kilogram.
Adapun harga jeroan di pasar tersebut bervariasi, di antaranya babat dan usus masing-masing sekitar Rp60.000 per kilogram, hati Rp80.000 per kilogram, serta paru mencapai Rp100.000 per kilogram.
Sementara itu, hasil pemantauan di Pasar Pucang Anom menunjukkan harga ayam berada di kisaran Rp40.000 per kilogram. Harga daging sapi kualitas D1 tercatat sekitar Rp140.000 per kilogram, D2 Rp125.000 per kilogram, rawisan atau rawonan Rp110.000 per kilogram, iga Rp110.000 per kilogram, buntut Rp120.000 per kilogram, serta kikil Rp75.000 per kilogram.
Untuk komoditas jeroan di pasar tersebut, babat dan usus masing-masing dijual sekitar Rp85.000 per kilogram, hati Rp80.000 per kilogram, dan paru sekitar Rp110.000 per kilogram.
Bagus menjelaskan bahwa perbedaan harga daging sapi dipengaruhi oleh kondisi potongan daging yang dipasarkan oleh pedagang.
“Untuk harga kualitas 2 biasanya daging masih memiliki sedikit lemak atau gajih yang belum dibersihkan sepenuhnya. Sedangkan yang berada di kualitas 1 merupakan daging yang sudah dibersihkan dari lemak sehingga benar-benar daging murni dalam kondisi terbaik,” jelasnya.
Dengan variasi harga tersebut, masyarakat memiliki alternatif pilihan sesuai kebutuhan maupun kemampuan belanja masing-masing.
“Jadi masyarakat bebas menentukan pilihan, apakah membeli daging di kisaran Rp125.000 atau Rp140.000 per kilogram, menyesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran yang dimiliki,” tambahnya.
Ia juga menyebutkan bahwa harga daging ayam di pasar tradisional Surabaya saat ini berada di kisaran Rp40.000 hingga Rp42.000 per kilogram.
Selain memantau harga, Tim Monitoring RPH Surabaya juga mengingatkan masyarakat agar lebih cermat saat membeli daging, terutama dengan memastikan produk berasal dari pemotongan resmi di RPH Surabaya.
“Kami mengimbau masyarakat untuk membeli daging dari pemotongan di RPH Surabaya yang ditandai dengan papan mitra RPH Surabaya. Dengan begitu, kualitas daging lebih terjamin karena telah melalui proses pemeriksaan kesehatan sehingga lebih aman, sehat, utuh, dan halal,” pungkas Bagus. []
Redaksi
