Rusia Dorong Diplomasi Budaya Lewat Festival Museum Internasional

Festival museum internasional Intermuseum.BRICS+ edisi 2026 yang akan digelar di Moskow pada 20–23 Mei

Festival Intermuseum.BRICS+ 2026 di Moskow menyoroti transformasi museum melalui teknologi, kolaborasi global, dan peran generasi muda.

MOSKOW – Festival museum internasional Intermuseum.BRICS+ resmi membuka pendaftaran edisi 2026 yang akan digelar pada 20–23 Mei di Moskow, Rusia. Ajang ini menyoroti transformasi museum sebagai ruang masa depan dengan fokus pada teknologi, generasi muda, dan kerja sama global.

Kementerian Kebudayaan Rusia mengumumkan pendaftaran peserta telah dibuka melalui situs resmi Intermuseum.BRICS+. Festival tahun ini mengusung tema “Museum – Wilayah Masa Depan” yang menekankan peran baru museum di era digital.

Program yang disiapkan mencakup sekitar 100 kegiatan, mulai dari konferensi, diskusi, hingga forum profesional. Kegiatan tersebut dibagi dalam tiga fokus utama, yakni pemuda, sains, dan teknologi. Lebih dari 250 pakar di bidang budaya, inovasi, desain, dan komunikasi dijadwalkan berpartisipasi dalam forum tersebut.

Dilansir dari TASS, Menteri Kebudayaan Rusia, Olga Lyubimova, menegaskan peran museum kini telah berkembang melampaui fungsi tradisional sebagai penjaga warisan budaya.

“museum modern semakin memperluas fungsi sosialnya dan tidak hanya berperan sebagai penjaga warisan budaya,” ujarnya, (30/03/2026).

Ia menambahkan bahwa museum kini turut berkontribusi dalam membentuk masa depan melalui kolaborasi dengan generasi muda serta pemanfaatan teknologi mutakhir.

Festival Intermuseum.BRICS+ menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama budaya antarnegara BRICS sekaligus meningkatkan posisi Rusia dalam diplomasi budaya global. Inisiatif ini juga mencerminkan strategi penguatan soft power melalui pertukaran pengetahuan dan inovasi di sektor budaya.

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap transformasi digital dalam ekonomi kreatif global, festival ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi lintas negara untuk merumuskan arah baru pengembangan museum di masa depan. []

Penulis: Amy Maulana | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *