Rusia Dukung Delcy Rodríguez sebagai Presiden Sementara Venezuela

JAKARTA — Pemerintah Rusia menyatakan dukungan kuat terhadap pemerintahan sementara Venezuela yang dipimpin oleh Delcy Rodríguez, menyusul penangkapan mantan Presiden Nicolás Maduro oleh pasukan Amerika Serikat (AS). Sikap ini dilontarkan Moskow dengan menekankan pentingnya kedaulatan Venezuela serta penolakan terhadap intervensi eksternal yang dinilai merusak stabilitas negara Amerika Selatan itu.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Rusia menyambut baik langkah pemangku kekuasaan resmi Venezuela yang ditujukan untuk menjaga perdamaian dan stabilitas setelah gejolak politik yang terjadi akhir pekan lalu. Pemerintah Rusia menegaskan bahwa keputusan pelantikan Delcy Rodríguez sebagai presiden sementara merupakan bagian dari upaya mempertahankan struktur kenegaraan dan menyediakan dasar bagi jalannya pemerintahan yang stabil di tengah situasi yang penuh tantangan.

“Kami dengan tegas mendesak agar Venezuela dijamin haknya untuk menentukan nasibnya sendiri tanpa campur tangan eksternal yang bersifat merusak,” bunyi pernyataan resmi Kemlu Rusia.

Pernyataan itu menyoroti ancaman “neokolonial dan agresi bersenjata asing” yang menurut Rusia tengah dihadapi Venezuela, tanpa menyebut secara langsung Amerika Serikat. Langkah tersebut dilihat Moskow sebagai bentuk dukungan terhadap upaya negara Amerika Selatan itu melindungi kedaulatan dan kepentingan nasionalnya dalam situasi yang kompleks.

Selain menekankan pentingnya kedaulatan, Rusia juga menegaskan solidaritas yang tak tergoyahkan kepada rakyat dan pemerintah Venezuela. Moskow menyampaikan harapan agar Delcy Rodríguez dapat berhasil menghadapi berbagai tantangan besar yang muncul selama masa transisi politik dan pemerintahan.

Rusia juga mendorong penyelesaian situasi krisis melalui dialog dan penghormatan terhadap norma hukum internasional, termasuk Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa kawasan Amerika Latin dan Karibia harus tetap menjadi wilayah yang damai, di mana negara-negara dapat menentukan masa depan mereka sendiri tanpa tekanan luar. Solidaritas Rusia ini muncul di tengah situasi yang memanas setelah operasi militer yang dipimpin AS pada Sabtu (03/01/2026) untuk menangkap Maduro dan istrinya di Caracas. Maduro telah dibawa ke Amerika Serikat, di mana ia menghadapi dakwaan pidana narkotika dan senjata di pengadilan federal New York. Di Venezuela, Mahkamah Agung menginstruksikan Delcy Rodríguez mengambil alih jabatan sebagai presiden sementara untuk menjaga pemerintahan tetap berjalan.

Hubungan Rusia dengan Venezuela selama ini dikenal sebagai kemitraan strategis, termasuk di bidang energi dan pertahanan. Pernyataan dukungan Moskow kini menunjukkan bagaimana Rusia memposisikan dirinya di tengah dinamika geopolitik global yang berubah, terutama setelah peristiwa yang melibatkan AS di Amerika Latin. Pendekatan Rusia ini juga mencerminkan keinginan untuk mengurangi dampak krisis terhadap sekutu dekatnya dan menegaskan peran serta pandangan Rusia dalam hubungan internasional di luar wilayah Eropa.

Selain dukungan langsung terhadap pemerintahan sementara, Rusia menekankan pentingnya dialog internasional demi meredakan ketegangan dan menghindari eskalasi konflik yang lebih luas. Dukungan tersebut mencerminkan upaya Moskow mempertahankan pengaruhnya di luar kawasan tradisionalnya, terutama di benua Amerika, di tengah perubahan cepat dalam peta hubungan internasional setelah peristiwa di Venezuela. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *