Rusia Gelar Peringatan Hari Pembela Tanah Air di Tengah Operasi Militer
MOSKOW – Peringatan Hari Pembela Tanah Air tahun ini di Rusia berlangsung di tengah situasi yang berbeda. Dengan operasi militer khusus di Ukraina yang masih berlangsung, nuansa patriotisme dan dukungan terhadap personel militer terasa lebih kental dalam setiap rangkaian acara peringatan 23 Februari.
Dalam pidato video yang dirilis melalui situs resmi Kremlin, Presiden Vladimir Putin menyampaikan, “Generasi sekarang dengan layak melanjutkan tradisi keberanian dan kehormatan yang diwariskan oleh para leluhur selama operasi militer khusus. Di sana mereka membela kepentingan negara dan rakyatnya. Dalam kemampuan untuk bersama-sama menang demi tujuan bersama, terdapat kekuatan luar biasa dari tentara kita dan masyarakat multinasional kita.” (23/02/2026)
Puncak peringatan berlangsung di Moskow dengan upacara peletakan karangan bunga di Makam Prajurit Tak Dikenal, yang terletak di Taman Alexander dekat tembok Kremlin. Presiden Putin, didampingi para petinggi militer dan veteran perang, memimpin langsung upacara khidmat tersebut. Momen hening cipta dilakukan untuk mengenang jutaan prajurit yang gugur dalam Perang Patriotik Raya (1941–1945) serta para pahlawan modern yang bertugas di medan operasi.
Yang menarik perhatian tahun ini adalah meningkatnya partisipasi masyarakat sipil dalam aksi dukungan. Ribuan warga, terutama ibu dan istri prajurit, berkumpul di Lapangan Merah membawa spanduk bertuliskan “Kami Bangga Pada Kalian” dan “Pulanglah dengan Selamat”. Sekelompok relawan juga membagikan bunga anyelir merah simbol tradisional kenangan militer kepada para veteran yang hadir.
Di sekolah-sekolah dan universitas, pelajaran khusus tentang kepahlawanan dan sejarah militer diselenggarakan. Para veteran diundang untuk berbagi pengalaman mereka, menanamkan nilai-nilai patriotisme kepada generasi muda. Selain itu, museum-museum militer di seluruh Rusia mencatat lonjakan pengunjung, dengan tiket gratis untuk personel militer aktif dan veteran.
Peringatan tahun ini menunjukkan bahwa Hari Pembela Tanah Air tidak hanya menjadi momentum penghormatan bagi militer, tetapi juga sarana memperkuat rasa kebanggaan dan solidaritas masyarakat terhadap pertahanan dan sejarah negara. []
Penulis: Amy Maulana | Penyunting: Aulia Setyaningrum
