Rusun Senen Segera Dibangun, Pemerintah Target Mulai Mei 2026
JAKARTA – Pemerintah mempercepat penyediaan hunian layak di kawasan padat ibu kota dengan menyiapkan pembangunan rumah susun (rusun) di lahan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seluas 1,61 hektare di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Proyek ini ditargetkan mulai konstruksi pada Mei 2026 sebagai bagian dari upaya relokasi warga bantaran rel kereta api.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait mengatakan pembangunan rusun tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menata kawasan permukiman padat dan meningkatkan kualitas hunian masyarakat. “Kita bersinergi antara pemerintah pusat, Kementerian PKP, Danantara, Badan Pengelola (BP) BUMN, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota. Yang pasti rusun ini akan segera dibangun. Perizinan akan dibantu sepenuhnya oleh pemerintah daerah,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Kontan, Minggu, (29/03/2026).
Pemerintah saat ini masih mematangkan skema pembangunan proyek tersebut. Salah satu opsi yang disiapkan adalah pembangunan dua menara (tower) berkapasitas 1.000 unit oleh Perusahaan Umum (Perum) Perumnas dengan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Alternatif lain datang dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang menawarkan pembangunan sembilan tower empat lantai dengan total 690 unit hunian.
Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN, Dony Oskaria menegaskan pihaknya mendukung optimalisasi aset BUMN untuk program hunian masyarakat. Ia menyebut pola serupa akan diperluas ke sejumlah kota besar lainnya. “Kami sedang memetakan aset BUMN di beberapa kota besar untuk dibangun dengan skema yang sama. Ini bagian dari dukungan terhadap program prioritas Presiden untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat,” kata Dony.
Selain pembangunan rusun, Kementerian PKP juga menggulirkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 3.100 unit rumah di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta sepanjang 2026. Program ini menyasar lima wilayah kota administrasi dan Kepulauan Seribu guna meningkatkan kualitas hunian masyarakat secara mandiri.
Rencana teknis pembiayaan dan pelaksanaan proyek rusun Senen akan diputuskan dalam rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang dijadwalkan berlangsung pekan ini. Pemerintah menilai langkah ini penting untuk memastikan proyek berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam menyediakan hunian layak setelah meninjau langsung kondisi permukiman di bantaran rel kawasan Senen pada Kamis (26/03/2026). “Pada sore hari ini, saya menyusuri pemukiman di bantaran rel kereta api di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Terletak sekitar 3 km dari pusat Kota Jakarta,” ujarnya.
Ia menyatakan pembangunan hunian layak menjadi prioritas pemerintah, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah yang tinggal di kawasan padat perkotaan. “Mendengar aspirasi masyarakat di sana, Insya Allah kita akan segera membangun hunian yang layak untuk masyarakat di daerah tersebut,” tegas Prabowo.
Menurutnya, penataan kawasan Senen merupakan bagian dari visi pemerintah dalam menghapus permukiman kumuh di perkotaan sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga. “Dan sudah menjadi tekad saya untuk menyediakan hunian layak untuk masyarakat,” pungkasnya. []
Penulis: Arif Ferdianto | Penyunting: Redaksi01
