Saham Asia Menguat Tipis, Investor Tunggu Kepastian Konflik

JAKARTA – Prospek penguatan bursa saham Asia pada Kamis (26/03/2026) dipengaruhi kombinasi sentimen global, mulai dari stabilnya pasar Amerika Serikat hingga spekulasi meredanya konflik geopolitik, meski pelaku pasar tetap bersikap waspada terhadap ketidakpastian arah negosiasi.

Pergerakan ini dipicu oleh penguatan indeks saham dan obligasi di Amerika Serikat yang menjadi acuan utama pasar global. Indeks S&P 500 tercatat naik 0,5% dan Nasdaq 100 menguat 0,7% pada perdagangan sebelumnya. Selain itu, saham-saham China yang tercatat di bursa Amerika Serikat juga mengalami kenaikan sebesar 1,9%.

Di kawasan Asia Pasifik, indeks saham Jepang dan Australia menunjukkan tren positif, sementara bursa Hong Kong bergerak melemah tipis. Kondisi ini mencerminkan respons pasar yang cenderung optimistis, namun tetap berhati-hati terhadap perkembangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Dari sisi pasar obligasi, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun turun 3 basis poin menjadi 4,33%, menandakan adanya peningkatan permintaan terhadap aset aman. Sementara itu, harga minyak dunia naik tipis setelah sebelumnya terkoreksi lebih dari 2%, diikuti penguatan emas dan dolar Amerika Serikat.

Pelaku pasar global saat ini memusatkan perhatian pada potensi keberhasilan perundingan gencatan senjata. Namun, situasi di lapangan masih belum menunjukkan kepastian. Iran dilaporkan menolak proposal awal dari Amerika Serikat, meskipun pembicaraan tetap berlangsung dalam berbagai bentuk.

Elias Haddad dari Brown Brothers Harriman & Co. menjelaskan, “Pasar sedang bersiap untuk penyelesaian konflik, meskipun masih ada ambiguitas strategis. Pada ujungnya, respons Iran terhadap perubahan arah AS menuju de-eskalasi akan menentukan apakah puncak ketakutan sudah berlalu atau masih di depan.”

Upaya diplomasi terus dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mendorong pembicaraan intensif dengan Iran. Pemerintah Amerika Serikat dikabarkan telah menyusun proposal perdamaian yang mencakup pembatasan program nuklir dan penggunaan sistem persenjataan.

Namun, pihak Iran masih menunjukkan sikap keras. Media setempat melaporkan bahwa pendekatan Amerika Serikat dinilai tidak realistis, sementara Iran mengajukan sejumlah syarat, termasuk jaminan penghentian serangan serta pengakuan atas kedaulatan wilayah strategis seperti Selat Hormuz.

Dampak ketegangan ini turut dirasakan negara-negara Asia. Korea Selatan membentuk tim darurat untuk mengantisipasi krisis, Jepang meninjau rantai pasokan energi, dan Filipina menetapkan status darurat nasional sebagai langkah mitigasi risiko.

Analis dari Bespoke Investment Group menyatakan, “Sebenarnya tidak ada cara untuk mengetahui pada tahap ini apa fakta sebenarnya mengenai keadaan negosiasi, jadi bersiap saja untuk melihat lebih banyak fluktuasi tajam seiring berjalannya proses. Sekalipun Iran masih memegang beberapa kartu, peluang mereka sangat tipis.”

Selain faktor geopolitik, data ekonomi juga menjadi perhatian pasar. Sejumlah indikator penting yang dirilis di kawasan Asia meliputi harga produsen di Jepang, produksi industri di Singapura, serta tingkat pengangguran di Taiwan. Sementara itu, pasar India ditutup dan pertemuan Menteri Luar Negeri G7 berlangsung di Prancis hingga Jumat.

Mark Hackett dari Nationwide menilai bahwa ketahanan pasar saham menjadi faktor penting di tengah ketegangan global. “Kami belum melihat penurunan besar, dan itu menunjukkan bahwa investor ritel terus membeli saat harga melemah,” katanya. “Jika ketegangan mulai mereda, institusi mungkin harus bergerak cepat untuk masuk ke pasar, dan itu dapat menciptakan rebound yang kuat.”

Optimisme terhadap kinerja perusahaan juga turut menopang pasar. Data Bloomberg Intelligence menunjukkan proyeksi pertumbuhan laba perusahaan dalam indeks S&P 500 mencapai 11,9% pada kuartal pertama 2026, lebih tinggi dibandingkan perkiraan sebelumnya sebesar 10,9%, sebagaimana dilansir Bloombergtechnoz, Kamis (26/03/2026).[]

Penulis: Dimas Nugroho | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *