Salah Setel Navigasi, Pengendara Motor Tersasar Masuk Tol JORR
JAKARTA – Sebuah peristiwa yang membahayakan keselamatan lalu lintas terjadi di ruas Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) arah Bandara Soekarno-Hatta. Seorang pengendara sepeda motor nekat melintas di jalan tol tersebut dan aksinya terekam video warga hingga viral di media sosial. Pengendara tersebut mengaku tidak sengaja memasuki jalan tol karena mengikuti petunjuk aplikasi navigasi digital.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat (09/01/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Mengetahui adanya kendaraan roda dua yang melintas di jalur tol, petugas Patroli Jalan Raya (PJR) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya langsung melakukan tindakan pengamanan untuk mencegah potensi kecelakaan lalu lintas.
Kasat Patroli Jalan Raya Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Dhanar Dhono Vernandhie menjelaskan bahwa pengendara motor tersebut berhasil dihentikan petugas sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Petugas segera melakukan pengejaran dan berhasil menghentikan pengendara tersebut di Gerbang Tol Cengkareng 2,” ujar Dhanar dalam keterangannya, Jumat (09/01/2026).
Pengendara sepeda motor tersebut diketahui berinisial VEP. Dalam pemeriksaan awal, yang bersangkutan menyampaikan bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk melanggar aturan lalu lintas. Ia mengaku tersasar setelah mengikuti arahan dari aplikasi Google Maps yang digunakannya selama perjalanan menuju Bandara Soekarno-Hatta.
“Setelah dimintai keterangan, yang bersangkutan mengaku mengikuti arahan maps ke arah Bandara Soetta. Namun, setelan pada aplikasinya masih terpilih untuk jalur mobil, bukan roda dua,” imbuhnya.
Kesalahan pengaturan pada aplikasi navigasi itulah yang menyebabkan pengendara tersebut diarahkan masuk ke jalur tol yang secara tegas melarang kendaraan roda dua untuk melintas. Petugas menilai kejadian ini sebagai bentuk kelalaian, bukan pelanggaran yang disengaja.
Dalam penanganan kasus tersebut, kepolisian memilih pendekatan persuasif dan edukatif. Petugas tidak langsung memberikan sanksi tilang, melainkan memberikan teguran dan pemahaman terkait pentingnya keselamatan berlalu lintas serta ketelitian dalam menggunakan teknologi navigasi.
“Petugas memberikan edukasi dan teguran supaya ke depan yang bersangkutan mengubah setelan sebelum menggunakan Google Maps,” imbuhnya.
Setelah diberikan arahan dan peringatan, pengendara motor tersebut kemudian dikawal keluar dari jalan tol melalui akses arteri Rawa Bokor agar dapat melanjutkan perjalanan dengan aman tanpa melanggar ketentuan lalu lintas.
Lebih lanjut, Kompol Dhanar menekankan bahwa kejadian tersebut harus menjadi pembelajaran bagi seluruh pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor. Ia mengingatkan bahwa aplikasi navigasi hanyalah alat bantu, bukan penentu mutlak, sehingga pengendara tetap wajib memperhatikan rambu-rambu lalu lintas yang terpasang di lapangan.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan pengaturan aplikasi navigasi sesuai dengan jenis kendaraan yang digunakan sebelum memulai perjalanan. Rambu larangan kendaraan roda dua di pintu masuk tol, menurutnya, telah dipasang dengan jelas dan harus dipatuhi demi keselamatan bersama.
Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya kewaspadaan dan kesadaran berlalu lintas di tengah kemudahan teknologi. Kesalahan kecil dalam penggunaan aplikasi digital dapat berujung pada situasi berbahaya jika tidak diimbangi dengan kehati-hatian dan kepatuhan terhadap aturan jalan raya. []
Siti Sholehah.
