Satu Korban Tewas Akibat Banjir Bandang di Buleleng

BULELENG – Bencana banjir bandang melanda wilayah Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Jumat malam. Peristiwa tersebut menyebabkan empat warga terseret arus deras, dengan satu korban ditemukan meninggal dunia dan tiga orang lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim penyelamat.

Peristiwa itu terjadi di wilayah Desa Banjar, Buleleng, Bali setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut dan menyebabkan aliran sungai meluap secara tiba-tiba. Arus air yang sangat kuat diduga menyeret sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi saat banjir bandang terjadi.

Koordinator Pos SAR Buleleng, Kadek Donny Indrawa, menjelaskan bahwa pihaknya segera mengerahkan tim penyelamat setelah menerima laporan adanya warga yang terbawa arus banjir.

Donny mengungkapkan tim penyelamat langsung bergerak menuju lokasi kejadian pada Jumat malam untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan.

“Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng bergerak pukul 22.30 Wita dengan enam personel menggunakan truk angkut personel serta membawa rubber boat dan peralatan SAR air,” kata Donny.

Tim SAR gabungan kemudian melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai yang diduga menjadi jalur banjir bandang. Operasi pencarian dilakukan dengan memanfaatkan perahu karet serta perlengkapan penyelamatan air guna mempermudah proses pencarian korban.

Sekitar pukul 23.10 Wita, tim SAR berhasil menemukan satu korban di aliran sungai wilayah Banjar Dinas Santal. Korban diketahui bernama Dewa Ketut Adi Suarjaya (55).

Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Jenazahnya kemudian segera dievakuasi oleh tim penyelamat dari lokasi penemuan.

Jenazah Dewa Ketut selanjutnya dibawa ke rumah duka yang berada di Banjar Dinas Santal untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati mengingat kondisi medan di sekitar lokasi yang masih dipenuhi sisa arus banjir.

Sementara itu, tiga korban lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang. Ketiga korban yang masih dalam pencarian masing-masing bernama Komang Suci (44), Putu Wini (17), dan Kadek Wahyu (12).

Tim SAR bersama unsur relawan serta aparat setempat terus melakukan pencarian dengan menyisir aliran sungai dan area sekitar yang kemungkinan menjadi lokasi korban terbawa arus.

Operasi pencarian dilakukan dengan membagi tim ke beberapa titik guna memperluas area penyisiran. Selain menyusuri sungai, petugas juga memeriksa lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi tempat korban tersangkut, seperti bebatuan, semak-semak, serta tepian sungai.

Banjir bandang yang terjadi di kawasan tersebut diduga dipicu oleh intensitas hujan yang cukup tinggi dalam waktu singkat sehingga menyebabkan debit air meningkat secara drastis.

Kondisi tersebut membuat aliran sungai tidak mampu menampung volume air yang besar dan akhirnya meluap dengan arus yang sangat kuat.

Hingga saat ini, proses pencarian terhadap tiga korban yang masih hilang masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Petugas berharap para korban dapat segera ditemukan agar proses evakuasi dapat dilakukan dengan cepat.

Sementara itu, warga di sekitar lokasi diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama jika hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur wilayah tersebut. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *