Serangan Drone Picu Penutupan Sementara Bandara Dubai
JAKARTA – Operasional Bandara Internasional Dubai di Uni Emirat Arab (UEA) sempat dihentikan sementara pada Sabtu (07/03/2026) menyusul insiden pencegatan drone di wilayah udara sekitar bandara. Penghentian sementara ini dilakukan sebagai langkah pengamanan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah akibat konflik yang melibatkan Iran.
Bandara Dubai dikenal sebagai salah satu bandara tersibuk di dunia untuk lalu lintas penerbangan internasional. Penutupan sementara tersebut dilakukan guna memastikan keselamatan seluruh pihak yang berada di area bandara, termasuk penumpang, petugas, serta awak maskapai.
“Demi keselamatan penumpang, staf bandara, dan awak maskapai, operasional di Bandara Internasional Dubai (DXB) telah dihentikan sementara,” kata Kantor Media Dubai milik pemerintah dalam sebuah unggahan media sosial.
Keputusan penghentian operasional diumumkan tidak lama setelah sistem pertahanan udara melakukan pencegatan terhadap sebuah drone di dekat kawasan bandara. Seorang saksi mata yang berada di sekitar lokasi melaporkan terdengar ledakan keras yang kemudian diikuti kepulan asap di udara.
Situasi tersebut sempat memengaruhi aktivitas penerbangan di wilayah udara sekitar bandara. Berdasarkan pemantauan sistem pelacakan penerbangan, sejumlah pesawat terlihat berputar-putar di udara sebelum mendarat. Pola penerbangan tersebut diduga dilakukan untuk menunggu kepastian situasi keamanan di bandara.
Langkah pengamanan juga diambil oleh maskapai penerbangan yang beroperasi di Dubai. Emirates, maskapai terbesar di kawasan Timur Tengah, mengumumkan penangguhan sementara seluruh penerbangan yang berangkat maupun tiba di Dubai hingga situasi dinilai aman.
“Mohon jangan pergi ke bandara itu,” kata maskapai tersebut.
Meski sempat terjadi insiden, pemerintah Dubai menyatakan bahwa tidak ada korban luka dalam peristiwa tersebut. Pihak berwenang menjelaskan bahwa yang terjadi hanyalah insiden kecil yang disebabkan oleh puing-puing dari objek yang berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara.
Pemerintah juga menegaskan bahwa beberapa informasi yang beredar di media sosial terkait insiden di Bandara Internasional Dubai tidak sepenuhnya akurat. Namun, mereka tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai detail informasi yang dimaksud.
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab menyampaikan bahwa sistem pertahanan udara negara tersebut sedang merespons ancaman rudal dan drone yang datang dari arah Iran. Pihak kementerian tidak merinci lokasi target serangan tersebut.
“Pertahanan udara Uni Emirat Arab saat ini sedang menanggapi ancaman rudal dan drone yang datang dari Iran,” kata Kementerian Pertahanan UEA.
Ketegangan keamanan di kawasan Teluk meningkat dalam beberapa waktu terakhir seiring pecahnya konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Serangan-serangan yang terjadi di wilayah Timur Tengah turut berdampak pada sejumlah fasilitas penting di kawasan tersebut, termasuk bandara.
Sebelumnya, insiden serangan juga dilaporkan terjadi di Bandara Dubai pada awal pecahnya konflik di Timur Tengah. Saat itu, empat karyawan bandara dilaporkan mengalami luka dan salah satu terminal bandara mengalami kerusakan akibat serangan.
Operator Dubai Airports menyatakan bahwa situasi tersebut berhasil dikendalikan dengan cepat oleh pihak berwenang. Meski demikian, insiden keamanan masih terus terjadi di beberapa lokasi lain di Uni Emirat Arab.
Serangan yang diduga berasal dari Iran juga dilaporkan sempat menghantam sejumlah lokasi di Dubai dan Abu Dhabi. Beberapa lokasi yang terdampak antara lain bandara Abu Dhabi, kawasan hunian mewah Palm Jumeirah, serta hotel Burj Al Arab.
Selain itu, puing-puing dari drone yang jatuh dilaporkan sempat memicu kebakaran di area konsulat Amerika Serikat di Dubai pada awal pekan lalu.
Dengan meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan tersebut, otoritas penerbangan dan pemerintah setempat terus melakukan pengawasan ketat terhadap aktivitas di wilayah udara guna memastikan keselamatan penerbangan dan masyarakat. []
Siti Sholehah.
