Serangan Terarah Diduga Picu Ledakan di Mykolaiv
KYIV – Situasi keamanan di Ukraina kembali memanas setelah sebuah ledakan mengguncang Kota Mykolaiv, wilayah selatan negara itu, pada Senin (23/02/2026) malam waktu setempat. Insiden tersebut mengakibatkan tujuh petugas kepolisian terluka, dengan dua di antaranya dilaporkan berada dalam kondisi kritis.
Ledakan terjadi sekitar pukul 18.10 waktu setempat. Hingga kini, otoritas belum memaparkan secara rinci penyebab pasti peristiwa tersebut. Namun, aparat keamanan menduga insiden itu bukan kejadian biasa, melainkan bagian dari pola serangan yang menyasar institusi penegak hukum.
Kepala Kepolisian Nasional Ukraina, Ivan Vyguivsky, menyampaikan bahwa kondisi dua korban luka berat masih mengkhawatirkan. “Para dokter berjuang untuk menyelamatkan nyawa (korban luka serius),” kata Vyguivsky.
Ia juga mengecam insiden tersebut sebagai “serangan yang ditargetkan” yang bertujuan untuk “membunuh petugas polisi Ukraina” dan “menggoyahkan stabilitas negara”, terutama karena terjadi menjelang peringatan tahun keempat invasi Rusia ke Ukraina.
“Dua hari yang lalu, serangan teroris terhadap petugas polisi terjadi di Lviv. Ini bukan kebetulan,” katanya.
Pernyataan tersebut merujuk pada ledakan sebelumnya di Kota Lviv, Ukraina barat, yang terjadi dua hari sebelum insiden Mykolaiv. Dalam peristiwa di Lviv, seorang polisi wanita dilaporkan tewas dan 25 orang lainnya mengalami luka-luka. Pemerintah Ukraina saat itu mengecam kejadian tersebut sebagai “serangan teroris” yang didalangi Rusia.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menyatakan bahwa aparat tengah mendalami seluruh aspek insiden Mykolaiv. “Semua keadaan sedang diklarifikasi,” ujarnya melalui platform X, termasuk kemungkinan adanya unsur terorisme dalam ledakan tersebut.
Menurut Zelensky, aparat penegak hukum telah menangkap “beberapa” tersangka terkait serangan di Lviv. Penangkapan itu disebut sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat keamanan internal di tengah situasi perang yang masih berlangsung.
Menteri Dalam Negeri Ukraina, Igor Klymenko, secara terbuka menyalahkan Rusia atas rentetan ledakan yang menargetkan aparat kepolisian. Tuduhan tersebut menambah ketegangan antara Kyiv dan Moskow, terutama menjelang momentum simbolis empat tahun invasi skala penuh Rusia yang dimulai pada Februari 2022.
Sejak invasi tersebut, wilayah Ukraina tidak hanya menghadapi pertempuran di garis depan, tetapi juga serangkaian ledakan dan serangan yang terjadi jauh dari zona konflik aktif. Aparat keamanan, pejabat pemerintah, serta infrastruktur vital kerap menjadi sasaran dalam insiden yang dinilai sebagai upaya destabilisasi.
Hingga kini, penyelidikan atas ledakan di Mykolaiv masih berlangsung. Pemerintah Ukraina menegaskan komitmennya untuk mengungkap pelaku serta motif di balik serangan itu, sekaligus memastikan langkah-langkah pengamanan tambahan guna mencegah insiden serupa terulang di wilayah lain. []
Siti Sholehah.
