Serapan Beras Capai 1.800 Ton, Bulog Sulteng Kejar Target

PALU – Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Wilayah (Kanwil) Sulawesi Tengah (Sulteng) mempercepat penyerapan hasil panen petani sebagai langkah menjaga stabilitas pasokan dan harga beras, dengan realisasi mencapai sekitar 1.800 ton hingga awal April 2026.

Upaya ini dilakukan seiring masuknya musim panen di sejumlah wilayah di Sulteng, yang diperkirakan akan meningkatkan produksi gabah dan beras dalam beberapa bulan ke depan.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Sulteng Jusri mengatakan, pihaknya menargetkan penyerapan beras domestik sebesar 11.000 ton sepanjang 2026. “Untuk tahun ini, Sulteng dibebankan target penyerapan beras domestik sebanyak 11 ribu ton,” ujarnya sebagaimana dilansir Radarpalu, Jumat (10/04/2026).

Untuk mencapai target tersebut, Bulog menerapkan dua skema pembelian, yakni dalam bentuk gabah dan beras. Harga pembelian gabah ditetapkan Rp6.500 per kilogram, sedangkan beras sebesar Rp12.000 per kilogram.

“Pembelian gabah ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram, sedangkan beras Rp12 ribu per kilogram,” jelasnya.

Jusri menambahkan, pihaknya terus mendorong petani agar menjual hasil panennya ke Bulog, tidak hanya dalam bentuk beras, tetapi juga gabah.

“Selama ini petani lebih banyak menjual dalam bentuk beras. Padahal, potensi penyerapan gabah juga cukup besar,” ujarnya.

Menurutnya, hampir seluruh wilayah di Sulteng memiliki potensi pasokan, namun daerah seperti Kabupaten Donggala (Donggala) dan Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) diperkirakan menjadi penyumbang awal dalam penyerapan hasil panen.

Optimalisasi penyerapan ini diharapkan dapat memperkuat cadangan pangan pemerintah sekaligus menjaga kestabilan harga beras di tingkat petani dan konsumen di Sulteng.

Ke depan, Bulog akan terus memperluas sosialisasi dan memperkuat koordinasi dengan petani serta pemangku kepentingan guna memastikan target penyerapan tercapai dan distribusi pangan tetap terjaga. []

Penulis: Rina Khalik | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *