Silaturahmi di Bulan Syawal Tradisi Lebaran Penuh Makna Bani Sarrat Probolinggo
PROBOLINGGO, PRUDENSI.COM-Bulan Syawal selalu identik dengan suasana hangat setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri. Setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadan, umat Islam merayakan kemenangan dengan penuh kebahagiaan.
Salah satu tradisi yang sangat melekat dalam kehidupan masyarakat Muslim, khususnya di Indonesia, adalah silaturahmi di bulan Syawal. Tradisi ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan memiliki makna mendalam baik dari sisi agama maupun sosial
Silaturahmi menjadi momentum untuk mempererat hubungan antar sesama, saling memaafkan, serta menghilangkan berbagai kesalahpahaman yang mungkin terjadi sebelumnya.
Pada momen inilah keluarga, kerabat, tetangga, hingga sahabat berkumpul untuk saling menyapa dan berbagi kebahagiaan. Tidak heran jika tradisi ini selalu dinantikan Banner Sarrat setiap tahun karena mampu menghadirkan suasana kebersamaan yang hangat, pada Minggu (22/03/2026).
“Acara ini momen penting program tahunan yang diadakan Bani Sarrat yang mana dari berapa generasi keluarga turut Hadir dari 6 keturunan yang dilakukan mulai dari Desa Randujalak, Kecamatan Besuk, Desa Kandangjati Wetan, Desa Rangkang, Kecamatan Kraksaan terakhir Paiton Kecamatan Paiton,” ujar Sunarsih putri bungsu Banni Sarrat.
Niti mengungkapkan bahwa gnikah bedeh tellopoloh Toron mulai anak,cucu, Cicit jugen norok nyareh tellasan Ben ngatamoy teretan( ini ada 30 keturunan juga ikut serta silaturahmi lebaran ke saudara Red) ‘ tandasnya anak pertama banni Sarrat.
“Alhamdulillah selain mempererat hubungan sosial, silaturahmi juga membawa berbagai manfaat bagi kehidupan seseorang, baik dari segi spiritual, psikologis, maupun sosial.
Melalui silaturahmi, seseorang dapat merasakan kedamaian hati, memperluas jaringan pertemanan, serta memperkuat rasa persaudaraan “ungkap Asmad Pansiunan Kepala Sekolah .
“Keluarga banni Sarrat dari beberapa profesi mulai jadi guru birokrasi , Pedagang ,Petani Praktisi pendidikan ini adalah momen penting di bulan Syawal kapan lagi karena sebentar lagi masuk kerja masing masing ,juga ada yang dari luar Daerah juga ikut acara ini” tutup subaidah Pengurus IGTKI (Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia).(adl).
