Starlink Masuk Desa, Layanan Digital Paser Ngebut
PASER — Pemerintah Kabupaten Paser terus mendorong percepatan transformasi digital hingga ke wilayah desa. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), pemkab tidak hanya memperluas akses internet di titik-titik pelayanan publik, tetapi juga memperkuat pengawasan lalu lintas dengan pemasangan kamera pengawas (CCTV) di simpang dan kawasan rawan kecelakaan.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas layanan publik berbasis teknologi, sekaligus upaya menjaga keselamatan masyarakat di ruang publik.
Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Diskominfo Paser, Marnitasari, menyampaikan bahwa penyediaan internet gratis diarahkan secara selektif. Fokus utamanya adalah lokasi yang memiliki fungsi pelayanan dan aktivitas masyarakat tinggi, namun masih terkendala jaringan.
“Kami memprioritaskan fasilitas publik seperti sekolah, area pelayanan, dan titik aktivitas warga yang akses internetnya belum stabil. Jadi pendekatannya berbasis kebutuhan,” ujarnya saat ditemui di Kantor Diskominfo Paser, Senin (19/01/2026).
Untuk menjangkau desa-desa dengan keterbatasan infrastruktur jaringan kabel, Diskominfo memanfaatkan teknologi internet satelit Starlink. Solusi ini dinilai efektif dalam mendukung pelayanan administrasi kependudukan keliling di wilayah terpencil.
“Starlink sangat membantu ketika layanan harus tetap berjalan, sementara jaringan konvensional belum menjangkau wilayah tersebut,” jelasnya.
Pemanfaatan internet satelit tersebut telah diterapkan di sejumlah lokasi, termasuk Desa Paser Mayang dan kawasan Padang Pangrapat. Dengan dukungan teknologi ini, warga tetap dapat mengakses layanan administrasi secara daring tanpa harus menempuh jarak jauh ke pusat kota.
Program perluasan internet gratis dan penggunaan Starlink mulai dijalankan sejak 2025 dan direncanakan terus diperluas sepanjang 2026. Diskominfo menargetkan lebih banyak desa di berbagai kecamatan dapat merasakan manfaat konektivitas digital, khususnya untuk mendukung layanan publik dan peningkatan literasi digital masyarakat.
Di sisi lain, penguatan infrastruktur digital juga dilakukan melalui pemasangan CCTV di simpang jalan dan titik rawan kecelakaan. Program ini telah berjalan sejak 2024 dan terus dilanjutkan hingga 2025 sebagai bagian dari sistem pemantauan lalu lintas.
“CCTV memungkinkan pemantauan kondisi jalan secara langsung, sehingga potensi kecelakaan atau gangguan lalu lintas bisa lebih cepat diantisipasi,” kata Marnitasari.
Keberadaan kamera pengawas tersebut membantu petugas dalam memantau arus kendaraan sekaligus meningkatkan rasa aman bagi pengguna jalan, terutama di kawasan dengan tingkat mobilitas tinggi.
Dengan menggabungkan perluasan akses internet, pemanfaatan teknologi satelit, dan penguatan sistem pengawasan lalu lintas, Pemkab Paser menegaskan arah pembangunan berbasis teknologi. Upaya ini diharapkan mampu memperpendek jarak layanan antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menciptakan ruang publik yang lebih aman dan terkoneksi.
Transformasi digital tersebut menjadi bukti bahwa inovasi teknologi tidak hanya berfungsi sebagai penunjang administrasi, tetapi juga sebagai instrumen peningkatan keselamatan dan kualitas hidup masyarakat di daerah. []
Redaksi
