Stok Kemasan Aman, Bulog Jamin Penyaluran Beras Tetap Lancar

JAKARTA – Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) memastikan distribusi beras kepada masyarakat tetap berjalan normal meski muncul kekhawatiran kelangkaan bahan baku plastik akibat gejolak geopolitik global, dengan stok kemasan beras yang masih dinilai mencukupi untuk kebutuhan operasional.

Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan bahwa ketersediaan kemasan plastik saat ini masih aman sehingga tidak mengganggu penyaluran beras, terutama untuk program pelayanan publik atau public service obligation (PSO).

“Kebetulan Bulog masih ada stoknya untuk menghadapi kebutuhan-kebutuhan plastik itu,” ujar Rizal usai rapat dengan Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Jakarta, sebagaimana dilansir Antara, Selasa, (08/04/2026).

Ia menjelaskan bahwa persoalan bahan baku plastik merupakan kewenangan Kementerian Perindustrian, namun Bulog tetap memastikan kesiapan internal untuk menjaga kelancaran distribusi beras kepada masyarakat.

“Alhamdulillah sementara masih ada stok (kemasan beras),” katanya.

Meski kondisi saat ini masih terkendali, Bulog mulai menyiapkan langkah antisipatif guna menghadapi potensi gangguan pasokan bahan baku plastik di masa mendatang agar rantai distribusi tidak terganggu.

Di sisi lain, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tetap berjalan sesuai rencana. Bulog memastikan pengadaan kemasan untuk program tersebut telah dikontrak sejak awal tahun anggaran, sehingga tidak terdampak isu kelangkaan bahan baku.

Pada 2026, Bulog mendapat penugasan menyalurkan beras SPHP sebanyak 828 ribu ton dalam kemasan 5 kilogram, serta mengembangkan kemasan 2 kilogram guna memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan pokok.

Selain itu, Bulog juga melanjutkan penyaluran bantuan pangan kepada 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng merek MinyaKita untuk alokasi Februari hingga Maret 2026.

Penyaluran bantuan tersebut sempat ditunda selama Ramadan dan Idulfitri guna menjaga stabilitas harga, namun kembali dilanjutkan sejak akhir Maret dan ditargetkan rampung pada akhir April 2026.

Dengan kesiapan stok kemasan dan langkah antisipatif yang dilakukan, Bulog optimistis distribusi beras nasional tetap stabil di tengah dinamika global yang memengaruhi sektor industri pendukung. []

Penulis: Anita | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *