Strategi Baru Hotel: Iftar Berhadiah Liburan ke Luar Negeri

SEMARANG – Strategi industri perhotelan dalam meningkatkan loyalitas pelanggan kian berkembang, salah satunya melalui integrasi pengalaman kuliner dan insentif wisata, seperti yang dilakukan KHAS Semarang Hotel pada penutupan program Ramadan 2026.

Melalui program bertajuk “Jelajah Rasa Khas Ramadhan”, hotel tersebut tidak hanya menawarkan layanan berbuka puasa (iftar), tetapi juga menghadirkan nilai tambah berupa undian perjalanan internasional sebagai daya tarik utama bagi tamu.

Puncak kegiatan ditandai dengan pengundian Grand Prize “Iftar Jalan-Jalan ke Hainan” yang digelar di Sky Meeting Rooms pada Selasa (07/04/2026). Kegiatan ini berlangsung terbuka, disaksikan mitra perjalanan, media, serta manajemen hotel, dan disiarkan langsung melalui kanal media sosial resmi, sebagaimana dilansir Suara Merdeka, Selasa, (07/04/2026).

Program ini dirancang sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan yang memilih paket berbuka puasa di hotel tersebut selama Ramadan. Setiap reservasi iftar memberikan kesempatan bagi tamu untuk mengikuti undian, sehingga menciptakan pengalaman yang lebih interaktif sekaligus meningkatkan keterikatan pelanggan.

Dalam pengundian tersebut, Hasna, warga Pusponjolo, Semarang, terpilih sebagai pemenang utama dan berhak memperoleh paket wisata ke Hainan, destinasi yang dikenal sebagai “Hawaii-nya Asia”. Paket tersebut meliputi tiket pesawat pulang-pergi rute Jakarta–Hainan, akomodasi, konsumsi, serta kunjungan ke sejumlah objek wisata unggulan.

General Manager (GM) KHAS Semarang Hotel, Miftakhul Firdaus, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi menghadirkan pengalaman yang lebih bermakna bagi pelanggan.

“Kami sangat bahagia bisa menjadi bagian dari momen hangat berkumpulnya keluarga dan kerabat selama Ramadan tahun ini. Grand Prize ke Hainan ini adalah cara kami berbagi kebahagiaan lebih jauh lagi bagi tamu-tamu kami,” ujarnya.

“Selamat kepada para pemenang, semoga perjalanan ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan.”

Menurutnya, pendekatan berbasis pengalaman emosional menjadi kunci dalam menghadapi persaingan industri perhotelan yang semakin kompetitif.

Ke depan, model promosi yang menggabungkan layanan kuliner, kebersamaan, dan peluang wisata diperkirakan akan semakin berkembang. Hal ini menandai pergeseran strategi bisnis perhotelan dari sekadar penyedia akomodasi menjadi penyedia pengalaman menyeluruh bagi pelanggan. []

Penulis: Modesta Fiska | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *