Sumur Gas Dibersihkan, Api Abadi Mrapen Kembali Menyala

JAKARTA – Api Abadi Mrapen yang berada di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, kembali menyala setelah sempat padam lebih dari satu bulan. Kembalinya nyala api tersebut menjadi kabar baik bagi pengelola maupun masyarakat, mengingat Api Abadi Mrapen merupakan salah satu situs wisata sejarah dan budaya yang ikonik di wilayah tersebut.

Padamnya api yang telah menyala secara alami selama ratusan tahun itu sebelumnya menimbulkan perhatian publik. Api Abadi Mrapen diketahui padam sejak Kamis (01/01/2026) akibat tersumbatnya saluran sumur gas oleh lumpur dan air. Setelah melalui proses penanganan teknis, api akhirnya kembali muncul pada Sabtu (07/02/2026).

Penata Layanan Operasional Api Abadi Mrapen, Annas Rafiqi, menjelaskan bahwa nyala api kembali terlihat setelah dilakukan pembersihan menyeluruh pada saluran sumur gas. “Setelah dilakukan penanganan, Sabtu (07/02/2026) Api Abadi Mrapen sudah menyala lagi,” kata Annas dilansir detikJateng, Selasa (10/02/2026).

Menurut Annas, proses pembersihan tidak bisa dilakukan secara singkat karena kondisi sumur gas dipenuhi endapan lumpur dan genangan air. Pekerjaan tersebut memerlukan ketelitian agar saluran gas benar-benar bersih dan tidak mengalami penyumbatan ulang.

“Kita mulai dari sekitar jam 09.00 WIB sampai 20.00 WIB. Ada satu orang tukang dan dibantu dari pihak kita, jadi sekitar tiga orang untuk membersihkan dua sumur gas,” jelas Annas.

Ia menambahkan bahwa proses teknis menjadi tantangan tersendiri karena penyedotan lumpur dan air membutuhkan waktu cukup lama. Alat yang digunakan pun harus disesuaikan dengan kondisi sumur agar tidak merusak struktur di sekitarnya.

“Kendalanya ya selama proses penyedotan memerlukan waktu yang cukup lama. Jadi kemarin kita sedot lumpur dan air di sumur pakai pompa sibel,” sambungnya.

Api Abadi Mrapen dikenal sebagai salah satu sumber api alam yang tidak pernah padam dan memiliki nilai sejarah tinggi. Api ini kerap digunakan dalam berbagai ritual budaya, termasuk pengambilan api untuk acara olahraga nasional dan kegiatan adat lainnya. Oleh karena itu, padamnya api sempat menimbulkan kekhawatiran akan keberlangsungan fungsi dan makna situs tersebut.

Dengan kembalinya nyala api, pengelola berharap aktivitas wisata di kawasan Api Abadi Mrapen dapat kembali normal. Selain menjadi destinasi wisata, lokasi ini juga memiliki nilai edukasi dan spiritual bagi masyarakat setempat maupun wisatawan dari luar daerah.

Pihak pengelola juga berencana melakukan evaluasi berkala terhadap kondisi sumur gas guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. Langkah pemeliharaan rutin dianggap penting untuk menjaga kelestarian Api Abadi Mrapen sebagai warisan alam dan budaya.

Kembalinya Api Abadi Mrapen menyala menjadi simbol ketahanan alam sekaligus hasil dari upaya manusia dalam menjaga dan merawat situs bersejarah. Masyarakat pun diimbau untuk ikut menjaga kawasan tersebut agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi berikutnya.[]

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *