Tabrakan Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 21 Orang

JAKARTA – Kecelakaan fatal melibatkan dua kereta api berkecepatan tinggi terjadi di wilayah selatan Spanyol dan menimbulkan duka mendalam. Insiden tersebut menyebabkan sedikitnya 21 orang meninggal dunia, sementara puluhan penumpang lainnya mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit. Tragedi ini menjadi salah satu kecelakaan perkeretaapian paling mematikan dalam sejarah transportasi modern negara tersebut.

Peristiwa nahas itu terjadi di dekat Adamuz, Provinsi Cordoba, ketika sebuah kereta cepat yang melaju dari Malaga menuju Madrid mengalami gangguan hingga keluar jalur. Dalam kondisi tidak terkendali, rangkaian kereta tersebut melintas ke jalur berlawanan dan bertabrakan dengan kereta lain yang datang dari arah berlawanan. Benturan keras tersebut menyebabkan kedua kereta tergelincir dan sejumlah gerbong mengalami kerusakan parah.

Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente menyampaikan bahwa dampak kecelakaan ini sangat serius dan memerlukan penanganan darurat berskala besar.

“30 orang yang terluka telah dibawa ke rumah sakit dan berada dalam kondisi serius,” kata Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente.

Pada tahap awal, jumlah korban jiwa dilaporkan lebih sedikit. Namun, seiring berjalannya proses evakuasi dan identifikasi korban, angka kematian terus bertambah hingga mencapai 21 orang. Aparat keamanan dan petugas medis bekerja tanpa henti untuk menjangkau penumpang yang terjebak di dalam gerbong yang ringsek.

Antonio Sanz, pejabat darurat tertinggi di wilayah selatan Andalusia, menyebut jumlah korban luka jauh lebih besar dari perkiraan awal.

Antonio Sanz mengatakan dalam konferensi pers bahwa setidaknya 73 orang telah terluka.

Kondisi di lokasi kejadian digambarkan sangat sulit. Sejumlah gerbong dilaporkan keluar dari rel dan mengalami deformasi berat, menyulitkan proses penyelamatan. Kepala Pemadam Kebakaran setempat, Francisco Carmona, menjelaskan bahwa tim penyelamat harus bekerja ekstra hati-hati karena struktur logam gerbong yang bengkok.

“Masalahnya adalah gerbong-gerbong itu bengkok, sehingga logamnya bengkok dengan orang-orang di dalamnya,” kata Francisco Carmona.

“Kami bahkan harus mengeluarkan orang yang sudah meninggal untuk dapat menjangkau seseorang yang masih hidup. Ini pekerjaan yang sulit dan rumit,” tambahnya.

Kesaksian para penumpang menggambarkan betapa mencekamnya peristiwa tersebut. Seorang saksi menyebut salah satu gerbong terbalik sepenuhnya. Tim medis, pemadam kebakaran, dan aparat keamanan tampak memenuhi lokasi untuk melakukan penyelamatan dan evakuasi.

Seorang jurnalis penyiar publik RNE yang turut menjadi penumpang menyebut dampak benturan terasa luar biasa.

Dampaknya terasa seperti “gempa bumi”.

Para penumpang berupaya menyelamatkan diri dengan memecahkan jendela menggunakan palu darurat. Saksi lainnya, Lucas Meriako, menggambarkan pengalaman traumatis yang ia alami saat berada di dalam kereta.

“Ini seperti film horor,” ujarnya.

“Kami merasakan benturan yang sangat kuat dari belakang dan perasaan bahwa seluruh kereta akan runtuh, hancur… banyak yang terluka karena pecahan kaca,” katanya.

Akibat kecelakaan ini, layanan kereta cepat yang menghubungkan Madrid dengan sejumlah kota besar di wilayah Andalusia terpaksa dihentikan sementara. Otoritas perkeretaapian menyiapkan pos bantuan di berbagai stasiun untuk membantu keluarga korban dan memberikan informasi terkini.

Pihak Istana Kerajaan Spanyol juga menyampaikan perhatian dan simpati mendalam atas tragedi ini.

“Belasungkawa terdalam kami kepada keluarga dan orang-orang terkasih dari yang meninggal, serta cinta dan harapan kami untuk kesembuhan yang cepat bagi yang terluka”.

Insiden ini kembali menyoroti pentingnya aspek keselamatan dalam pengoperasian transportasi berkecepatan tinggi, terutama di negara yang memiliki jaringan kereta cepat terpanjang di Eropa.[]

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *